18 Mei 2014

[180514.ID.BIZ] Krisis LAUT CHINA SELATAN: Kapal China dan Vietnam Saling Kejar

Bisnis.com JAKARTA – Konflik di wilayah Laut China Selatan diwarnai aksi kejar-kejaran kapal Vietnam dengan kapal China.

Kapal dari Vietnam Coast Guard bermain “kucing-kucingan” dengan kapal penjaga pantai China.

Letnan Kolonel Duy Cuong mengungkapkan pihaknya melihat lampu-lampu kuning dari sebuah rig minyak yang terletak  10 mil dari Vietnam.

Rig tersebut dimiliki perusahaan migas asal China, CNOOC (China National Oil Offshore Company).

Rig tersebut berdiri di perairan dekat pulau-pulau yang diklaim oleh kedua negara di Laut Cina Selatan.
Dia mengibaratkan permainan saling mengejar dilakukan hampir setiap hari. Di mana, penjaga pantai China seperti perisai bagi rig tersebut.

Perairan tersebut kaya minyak dan gas bumi yang berlokasi di sekitar Kepulauan Paracel yang kini tengah diperebutkan.

Seorang petugas di Coast Guard kapal No 8003, Cuong mengatakan perahunya melaju 6,5 mil laut dari rig hari sebelum diapit dan dikejar oleh dua kapal penjaga pantai China yang datang sedekat 400 meter.

“Empat kali kapal China memotong di depan kapal Vietnam,” katanya, Sabtu (17/5/2014).

Cuong mengatakan kapalnya yang telah berada di laut sejak 5 Mei  2014 berisi 50 kru berlayar sampai ke 6 mil dari rig sebelum dipaksa kembali.

"Kami harus mempertahankan kedaulatan bangsa dan rakyat kami," kata Cuong.

Dia berpendapat ketegangan di laut belum mereda. Pihaknya mengungkapkan akan tinggal di sekitar lokasi hingga pihak China mencabut rig minyak. “Tujuan kami adalah untuk mengusir mereka dari zona ekonomi eksklusif Vietnam."

Sengketa ini berisiko merusak hubungan dengan mitra dagang utama Vietnam yang telah diperdalam karena hubungan yang normal pada tahun 1991.

Namun, sejumlah pihak menilai kondisi ini bisa membawa Vietnam lebih dekat ke AS sebagai penyangga strategis dan militer terhadap China.

Tak hanya itu, Vietnam juga diprediksi akan mencari dukungan dari Filipina dan Jepang, yang juga terlibat sengketa teritorial dengan China.

Cuong mengatakan, perahunya berhasil mencapai posisi terdekat ke rig sejauh 3 mil laut, pada tanggal 6 Mei.
Dalam beberapa hari terakhir taktik kapal China telah diubah untuk melindungi perimeter sekitar rig.

Sumber : Bisnis Indonesia, 18.05.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar