22 Mei 2014

[220514.ID.BIZ] Operasional KA Kalijaga Solo-Semarang Akan Dievaluasi

Bisnis.com, SEMARANG - Tarif parsial dan penambahan simpul perhentian muncul sebagai usulan untuk menyelamatkan operasional kereta api Kalijaga rute Solo-Semarang yang sepi penumpang.

Manaager Komersial PT Kereta Api Indonesia Daop IV Semarang Bambang Suliastowo menuturkan evaluasi terhadap KA Kalijaga dipicu oleh rendahnya okupansi yang rata-rata hanya 20%-30% sejak mulai diopersionalkan pada Februari lalu.

"Masalah KA Kalijaga terletak pada jadwal yang kurang komersial, serta frekuensi dan jadwal perjalanan yang kurang," katanya kepada Bisnis, Kamis (22/5).

Untuk itu pihak KAI, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Jateng, Pemda Surakarta dan para pihak yang terkait menggelar rapat evaluasi awal pekan ini.

Adapun beberapa usulan yang muncul untuk mendongkrak tingkat penjualan tiket, lanjutnya, a.l. dengan menambah simpul perhentian, menerapkan tarif parsial, serta meningkatkan sosialisasi dan promosi.

"Yang pertama menambah simpul-simpul perhentian KA, salah satunya Telawa. Kalau usulan tarif parsial itu datang dari pemda setempat bukan dari KAI," kata Bambang.

KA Kalijaya merupakan kereta yang dioperasikan untuk menggantikan KA Pandanwangi yang berhenti beroperasi sejak 1 November 2011. KA kelas ekonomi AC ini melintasi Stasiun Purwosari-Solo Balapan-Semarang Poncol.
 
Jarak yang ditempuh KA Kalijaga adalah sepanjang 116,18 Km dengan waktu tempuh selama 2 jam 23 menit. Adapun tarif yang ditawarkan adalah tarif subsidi sebesar Rp25.000 per penumpang. 

Sejak diluncurkan Februari 2014 lalu, okupansi KA hanya 20%-30%, sedangkan pada akhir pekan meningkat hingga 50%.

Sumber : Bisnis Indonesia,


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar