10 Mei 2014

[100514.ID.BIZ] UE Kucurkan Bantuan Senilai 271 Juta Euro

Jakarta (Antara) - Uni Eropa dan Indonesia meluncurkan laporan tahunan kerja sama pembangunan yang menggambarkan dukungan UE untuk Indonesia selama 2013 lebih dari 271 juta euro. 

"Blue Book 2014 merupakan laporan tahunan kerja sama pembangunan UE-Indonesia menggambarkan dukungan kami dan negara-negara anggota telah menyediakan lebih dari 271 juta eoro untuk dana pembangunan di Indonesia," kata Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN Colin Crooks di Jakarta, Senin. 

Dia menjelaskan untuk bantuan di sektor pendidikan sebesar 53 juta euro, ekonomi, perdagangan, dan investasi 18 juta euro; lingkungan hidup dan perubahan iklim 83 juta euro. 

Selain itu menurut dia, bantuan untuk tata kelola pemerintahan yang baik 15 juta euro; kesehatan, air, dan sanitasi 93 juta euo, kesiapsiagaan bencana dan pencegahan konflik 2 juta euro; dan bantuan terhadap sektor lainnya 7 juta euro. 

"UE sudah sejak lama memiliki tradisi mendorong pembangunan, kami secara bersama-sama menjadi donor terbesar di dunia. Kami menyediakan 55,1 miliar euro dalam bantuan resmi pembangunan pada 2012 atau setengah keseluruhan pendanaan kerjasama pembangujnan global," ujarnya. 

Crooks menjelaskan Indonesia telah meraih sukses besar beberapa tahun ini dalam upaya mengurangi kemiskinan. Kesuksesan itu menurut dia sebagian didukung oleh pembangunan ekonomi yang kuat dan proses demokrasi yang kian membaik. 

"Indonesia sudah menjadi negara donor dan menjadi mitra kuat bagi Uni Eropa. Kami bertujuan memajukan kemitraan in agar bersama kita dapat berkontribusi menemukan solusi atas sejumlah tantangan global abad ke-21," ujarnya. 

Dia menjelaskan sebuah elemen strategis utama dalam kebijakan kerja sama UE adalah penggunaan bantuan pembangunan secara optimal. Hal itu menurut dia dalam rangka meningkatkan efektivitas bantuan di semua programnya dan untuk mengadaptasi bantuan pembangunan terhadap tantangan dunia yang cepat berubah. 

"Kebijakan kerja sama pembangunan baru, agenda untuk perubahan, telah diterapkan UE sejak 2012," katanya. 
Crooks mengatakan UE mendukung "lulus"-nya Indonesia dari bantuan pembangunan bilateral langsung melalui program-program kerja sama tematik dan regional, serta instrumen kemitraan baru.

Menurut dia, dukungan ini akan dilengkapi dengan modalitas kerja sama inovatif seperti penggabungan hibah dan pinjaman. 

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Lukita Dinarsyah Uwo mengatakan kerja sama antara Indonesia dan UE selama ini berjalan dengan efektif dan membuat Indonesia belajar lebih baik. 

Dia mengatakan pembangunan ekonomi Indonesia, khususnya dalam era globalisasi harus disertai dengan peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakatnya. 

"Kerja sama stategis ini sangat efektif dalam memfasilitasi dalam beberapa bidang antara lain pendidikan dan kesehatan," katanya.(tp)

Sumber : Antara, 05.05.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar