04 November 2014

[041114.ID.SEA] Operator Pelabuhan Diminta Lebih Berperan Soal Tarif


Bisnis.com, JAKARTA--Asosiasi Logistik Indonesia meminta operator pelabuhan dapat lebih mengambil peranan dalam proses tarif di kepelabuhanan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Mashita menyesalkan sikap Operator Pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Priok yang terkesan membiarkan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II membuat tarif baru seperti cost recovery yang didukung beberapa asosiasi.

"Seharusnya OP sebagai regulator tertinggi di pelabuhan bisa mengambil peranan yg lebih banyak," ujarnya, Selasa (4/11/2014).

ALI mengharapkan OP mampu lebih berperan sebagai regulator di pelabuhan untuk mengontrol sepak terjang pelaku-pelaku di pelabuhan yang bisa membuat biaya logistik naik dan mengganggu kelancaran arus barang.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memastikan penerapan cost recovery ataupun fuel surcharge di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak tidak termasuk dalam jenis, struktur dan golongan tarif yang diatur dalam PM.15/2014.

Penerapan cost recovery (CR) ataupun fuel surcharge merupakan biaya jasa terkait yang hanya membutuhkan kesepakatan dengan asosiasi pengguna jasa kepelabuhanan. Adapun, landasan hukum penerapannya tertuang di dalam KM No. 35/2007 tentang Pedoman Perhitungan Tarif Pelayanan Jasa Bongkar Muat.

Wahyu Widayat, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, mengatakan penerapan CR di Pelabuhan Tanjung Priok ataupun fuel surcharge di Pelabuhan Tanjung Perak hanya menggunakan istilah yang berbeda, sementara maksud pengenaan biaya itu adalah adalah tarif tambahan bongkar muat karena adanya kenaikan bahan bakar minyak sejak 2008/2014 dari Rp4,500 per liter menjadi Rp11,600 per liter dan tidak termasuk dalam jenis, struktur dan golongan tarif.

Penerapa tarif tersebut pun hanya bersifat sementara sambil menunggu keputusan penaikan tarif container handling charge (CHC). Hal serupa juga pernah terjadi pada 2005 silam saat terjadi kenaikan harga BBM dari Rp1,650 per liter menjadi Rp4,500 per liter.

Sumber : Bisnis Indonesia, 04.11.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar