17 November 2014

[171114.ID.BIZ] Catalonia, Wilayah Kaya yang Ingin Lepas dari Spanyol

MADRID - Referendum yang ditungu oleh warga Catalonia akhirnya bergulir, kemarin. Walaupun tidak resmi, namun referendum ini dinilai bisa mewakili apa yang sebenarnya diinginkan oleh warga Catalonia.

Melansir Channel News Asia, Senin (10/11/2014), setidaknya 80 persen pemilih yang ikut dalam referendum memilih untuk merdeka dari Spanyol, “Jelas, pemilihan ini menunjukan bahwa kami (warga Catalonia) menginginkan pemerintahan sendiri,” ungkap Artus Mas, Kepala Daerah Catalonia.

Namun, pemerintah Spanyol tetap kokoh dengan pendapat mereka, bahwa Catalonia tidak akan dan tidak boleh lepas dari Spanyol. Beberapa pejabat di Madrid pun menilai, apa yang terjadi di Barcelona tidak akan memperngaruhi pendirian pemerintah pusat.

“Pemilihan itu benar-benar tidak berguna dan sia-sia,” ucap Menteri Kehakiman Spanyol, Rafael Catala. Dirinya juga menyebut, referendum ini hanyalah sebuah propaganda yang ingin disampaikan oleh para pendukung pro-kemerdekaan.

Apakah sebenarnya yang membuat Spanyol begitu kukuh melarang referendum di Catalonia, dan enggan melepas wilayah tersebut? Negeri Matador tersebut enggan melepas Catalonia karena kekayaan yang dimiliki oleh wilayah tersebut.

Catalonia adalah wilayah paling kaya yang dimiliki oleh Spanyol, dan menjadi sumber utama pemasukan negara tersebut. Catalonia memilki keindahan pantai yang luar biasa, yang berada sepanjang Costa Brava di Girona dan Costa Dorada di Tarragonayang, yang menjadi salah satu tujuan wisata di Spanyol.

Selain pantai, Catalonia juga merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan biota laut yang melimpah. Selain kaya dengan hasil laut, Catalonia juga terkenal sebagai wilayah penghasil anggur dan minyak zaitun terbaik di Spanyol. Beberapa produk asli Catalan adalah produk ekspor andalan Spanyol.

Setidaknya, 20 persen dari total pemasukan yang didapat dari Spanyol berasal dari Catalonia. Selain faktor itu, pemerintah Spanyol takut, bila referendum Catalonia disahkan maka dapat memicu efek domino, di mana mungkin banyak wilayah lain akan meminta hal serupa.

Sumber : SindoNews, 10.11.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar