08 November 2014

[081114.ID.SEA] TOL LAUT: Kemen PU-PERA Utamakan Pembangunan Pelabuhan



Bisnis.com, JAKARTA—Untuk mendukung rencana pembangunan tol laut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Hal itu menjadi fokus guna mendukung proyek tol laut sebagai kelanjutan program Poros Maritim.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basuki Hadimoeljono mengatakan akan memfokuskan membangun infrastruktur pelabuhan laut untuk mendukung proyek tol laut yang diusung oleh Presiden Joko Widodo.

"Prioritas sekarang fokus terutama untuk infrastruktur pelabuhan untuk laut dengan 'deep sea port'," katanya, seperti dikutip Antara (8/11).

"Deep sea port" atau tol laut dalam adalah pelabuhan yang dibangun di perairan laut dalam agar kapal-kapal besar (kapasitas 3000-4000 TEUS) bisa melintas.

Kapal-kapal bermuatan besar tersebut diharapkan bisa bolak-balik untuk mengangkut lebih banyak logistik, sehingga biaya logistik pun semakin murah.

Basuki menjelaskan pihaknya juga akan mengintegrasikan dengan bendungan yang direncakanan dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik di sekitar pelabuhan.

"Kalau deep sea port' kan membutuhkan listrik, maka kita integrasikan dengan bendungan yang akan kita bangun," katanya.

Ekonom Cyrillus Harinowo memproyeksi proyek tol laut dapat mengurangi biaya logistik barang dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta ke Sorong, Papua hingga 500%.

"Untuk satu kontainer dari dua rute itu, jika tol laut terealisasi, hanya memakan ongkos US$400 dari yang sekarang US$2.000," katanya.

Pengembangan konektivitas ini, selain membuat biaya logistik lebih murah, diharapkan juga dapat mendorong pemerataan ekonomi Indonesia.

Cyrillus menuturkan pembangunan Tol Laut sebenarnya sudah dimulai, dengan pembangunan yang dilakukan di Belawan, Sumatera Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Sorong, Papua.
"Konsep yang jangan dilupakan juga adalah pembangunan jalur kapal besar dan diteruskan dengan jalur kapal kecil," ujar dia.

Sumber : Bisnis Indonesia, 08.11.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar