15 Juli 2014

[150714.ID.BIZ] PELINDO II Raup Omset Rp1,77 Triliun Triwulan I/2014

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II mencatatkan total pendapatan bersih Rp1,77 triliun pada trwiluan I tahun ini atau naik 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II R. J. Lino mengatakan, dari total tersebut, perusahaan menerima laba bersih sebesar Rp332,28 miliar pada triwulan I tahun ini.

Dia menuturkan, pada triwulan I tahun ini realisai arus peti kemas di 12 cabang pelabuhan Pelindo II sebanyak 1,234,707 box atau sebanyak 1,617,276 TEUs. Pelabuhan Tanjung Priok sendiri, katanya, melayani 1,416,300 juta TEUs atau mencapai 88% dari seluruh kontainer yang dilayani oleh pelabuhan-pelabuhan di bawah pengelolaan perusahaan.

Di sisi lain, katanya, kenaikan tarif arus barang terjadi di dermaga curha, seperti pada curah cair (liquid bulk) yang mengalami kenaikan tipis sebesar 0,08% dari 6,521,310 ton pada triwulan I 2013 menjadi 6,526,539 ton pada triwulan I 2014.

Begitu juga dengan curah kering (dry bulk) mengalami kenaikan sebesar 5% dari 10,314,411 ton pada triwulan I 2013 menjadi 10,937,671 ton pada triwulan I 2014. Sementara realisasi general cargo yaitu sebesar 3,289,131 ton dan bag cargo sebesar 2,312,791 ton. Sedangkan, arus penumpang dalam negeri pada triwulan I 2014 jumlahnya sebesar 201,796 orang.

Menurutnya, sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan memenuhi tuntutan pasar yang semakin berkembang, perusahaan terus menggiatkan berbagai langkah yang menunjang efektivitas dan efisiensi layanan.

Di sisi lain, perusahaan juga menyoroti persoalan dwelling time, kami optimis dapat memperbaiki waktu tunggu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi 4 hari sesuai arahan dari Menko Perekonomian Chairul Tanjung.

"Dengan berbagai perbaikan operasional di lapangan dan melalui koordinasi dengan Bea Cukai dan Otoritas Pelabuhan, proses keluar masuk barang akan lebih cepat dan lancar," katanya melalui siaran persnya, Senin (14/7).

Untuk dwelling time sendiri, katanya, Pelindo II telah melakukan berbagai upaya perbaikan operasional untuk meningkatkan waktu sandar kapal dan bongkar muat (dwelling time) dari 7,9 hari pada Desember 2013 menjadi 6,02 pada Juni 2014. Berdasarkan arahan dari Menteri Koordinator Perekonomian Chahriul Tandjung, IPC diminta untuk semakin meningkatkan dwelling time dengan target menjadi 4,0 hari pada akhir 2014.


Sumber : Bisnis Indonesia, 15.07.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar