02 Desember 2014

[031214.ID.BIZ] TPK Koja Tanam Rp6 Milliar Bangun Auto Gate System



Bisnis.com, JAKARTA--Pengelola terminal peti kemas (TPK) Koja investasi hingga Rp.6 milliar untuk menyiapkan sistem keluar masuk peti kemas/auto gate system di terminal. Dengan sistem itu, TPK Koja juga menargetkan layanan keluar masuk trucking pengangkut peti kemas ekspor impor di TPK Koja, maksimal tiga menit di gate.

General Manager TPK Koja Agus Hendrianto, mengatakan sejak 1 Desember 2014 sudah dilakukan uji coba auto gate system di TPK Koja dengan investasi keseluruhan untuk penyiapan tehnis dan infrastruktur sistem tersebut mencapai Rp.6 milliar.

"Secara tehnis, auto gate system layanan pengangangkutan peti kemas ekspor impor yang diterapkan di TPK Koja itu, persis seperti yang sudah dilakukan di JICT sebelumnya. Softwarenya juga kerjasama dengan JICT, "ujarnya kepada Bisnis, Rabu (3/12/2014)).

Dia mengatakan, auto gate system di TPK Koja juga dilengkapi sensor untuk mengetahui berat barang yang diangkut trailler di pintu keluar dan masuk terminal, juga dilengkapi dengan automatic identitas trucking sehingga tidak perlu ada pemeriksaan secara manual.

Agus mengatakan, TPK Koja juga telah selesai menyiapkan tambahan lahan penumpukan seluas 3,1 Ha untuk menambah daya tampung peti kemas ekspor impor, sehingga pada 2015 terminal ini bisa meraih produktivitas bongkar muat hingga 1 juta twenty foot equivalent units (TEUs).

Manajemen TPK Koja, kata dia, optimistis target 1 juta TEUs pada 2015 bisa dicapai dengan dukungan investasi sejumlah peralatan yang telah didatangkan di TPK Koja pada 2014 al; dua unit quay container crane (QCC) dan tiga unit rubber tyred gantry crane (RTGC). "Semua peralatan tersebut kita optimalisasikan operasionalnya pada tahun depan,"paparnya.

Agus mengatakan, untuk mencapai target produktivitas bongkar muat peti kemas pada 2015 itu, kegiatan marketing akan dipacu agar bisa meraih layanan kapal baru.

"Penggunaan dermaga melalui kontrak window dan efisiensi bongkar muat juga harus di tingkatkan,"paparnya.

Dia mengatakan selama ini asumsi pertumbuhan produktivitas peti kemas di TPK Koja mengacu pada tingkat pertumbuhan perekonomian nasional rata-rata 5% pertahun.

"Namun kedepan kita proyeksi pertumbuhan itu berdasarkan pergerakan ekonomi global,"tuturnya.

Saat ini,ungkapnya, terdapat tiga perusahaan pelayaran yang mengkontribusi market terbesar di TPK Koja yakni, OOCL, NYK Line, dan MSC.

Sumber : Bisnis Indonesia, 03.12.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar