14 Desember 2014

[141214.ID.BIZ] Jalan Tol: Sumsel Matangkan Proyek Tol Palembang - Indralaya

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pembangunan  jalan tol ruas Palembang-Indralaya memperlihatkan tanda akan segera berjalan.

Pemprov Sumatra Selatan terus mematangkan proyek jalan tol Palembang - Indralaya seiring adanya kepastian dana pembangunan senilai Rp4,08 triliun.

Alokasi dana itu bukan hanya berasal dari kantong Pemprov Sumsel melalui penyertaan modal PD Prodexim, namun juga dari equity sharing PT Hutama Karya dan Jasa Marga.

Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ruslan Bahri, mengatakan total investasi untuk pembangunan jalan tol Palembang-Indralaya sebesar Rp4,089 triliun dengan pengembalian (pay back period) selama 18 tahun 11 bulan.

"Dana Rp4,089 triliun itu dialokasikan untuk total kontruksi yang akan dikerjakan selama tiga tahapan. Ini di luar pembebasan lahan, karena aktivitas ini merupakan tanggungan APBN," katanya, Jumat (12/12/14).

Rincian dana tersebut, yakni PT Hutama Karya dengan 92,20%, Jasa Marga 12,8% dan PD Prodexim sebesar 5% atau senilai Rp204,4 miliar.

Menurut Ruslan, pihaknya masih membahas hitung-hitungan penggunaan alokasi dana itu pada tahun ini.

"Pemprov melalui PD Prodexim yang nantinya akan menjelaskan ini di hadapan Gubernur Sumsel," ujarnya.

Dalam rencana tersebut sudah diatur IDC (interest during contruction) yang merupakan besaran penyesuaian guna menampung risiko perkembangan (eskalasi) harga tenaga, bahan atau komponen dan peralatan proyek serta beban-beban operasi lainnya.

Komponen itu yang sangat diharapkan kontraktor atau investor.

Pada investasi tol itu ditetapkan IDC sebesar 7,33% dari nilai kontruksi.

Ruslan mengemukakan nilai tersebut dipandang cukup menarik bagi kontraktor atau investor untuk ikut berperan dalam pembangunan.

"Nantinya, pembangunan jalan tol itu direncanakan pada triwulan IV/2015, karena saat ini masih menunggu persiapan tender dari PT Hutama Karya dalam menentukan siapa nanti kontraktornya," ujarnya.

Mengenai jasa patungan dalam pembiayaan kontruksi itu, akan terus dievaluasi dan diserahkan kepada perusahaan daerah.

Dia mengatakan, Sumsel sudah terbiasa membangun jalan, dan keberadaan tol Palembang-Indralaya itu agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kemudahan di akses lintasan.

"Orientasi jalan tol itu kan lebih ke bisnis. Presiden kita pun sudah mengisyaratkan kepada PT Hutama Karya untuk mengalokasikan dana yang dibutuhkan," katanya.

Untuk perencanaan pembangunan jalan sepanjang 22 km itu, lanjut Ruslan, akan dimulai skema pembangunan seksi III Kota Terpadu Mandiri (KTM)-Simpang Indralaya. Diperkirakan mulai dari tahap pembangunan dan selesai hingga September 2016 nanti.

Lalu, dilanjutkan seksi II dari Pemulutan-KTM diperkirakan hingga Maret 2017, dan seksi I dimulai dari Palembang--Pemulutan yang rencananya akan selesai pada September 2017.

"Rencananya pembangunan tiap seksi akan berjalan menumpuk, meskipun tahap sebelumnya masih berjalan," katanya.

Ruslan menjelaskan, pembangunan jalan tol Palembang --Indralaya ini direncanakan akan seperti tol Jakarta-Cikampek, yakni dibangun 4 jalur 2 arah dengan lebar jalur masing-masing 3,6 meter.

Mengenai pembebasan lahan, kata Ruslan, sudah tidak ada lagi masalah.

Pembebasan lahan untuk seksi I sudah selesai sepanjang 7 km pada tahun sebelumnya.

"Untuk yang lain masih dalam proses. Yang jelas daftar nama-nama masyarakat yang lahannya terkena sudah ada dan sudah ada dananya," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Rizal Abdullah menuturkan, proses pembangunan jalan tol masih terus berjalan, bahkan saat ini sudah sampai service level agreement (SLA).

Jika sudah keluar SLA tersebut, lanjut Rizal, maka dijamin PT Hutama Karya (HK) yang menjadi pemrakarsa untuk melakukan tender-tender persiapan tol Palindra.

Direncanakan akan bisa dilakukan pembukaan tender pada Maret 2015 mendatang.

"Itupun jika persyaratan lancar, maka tender bisa dibuka pada Maret mendatang. Yang jelas itu secepatnya akan dilakukan dan diupayakan," ujarnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 14.12.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar