22 April 2015

[220415.ID.BIZ] Restorasi Bangunan De Driekleur Bandung, BTPN Diganjar Penghargaan Unesco

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) raih penghargaan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Apresiasi berwujud pada 2014 UNESCO Asia Pacific Awards for Cultural Heritage Conservation kategori Honourable Mention.

BTPN meraih penghargaan karena restorasi bangunan De Driekleur atau tiga warna di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat.

"Kami berterimakasih kepada UNESCO yang telah memberikan penghargaan ini dan bangga bisa menjadi bagian dalam upaya merawat cagar budaya di Kota Bandung melalui restorasi De Driekleur," ujar Wakil Direktur Utama BTPN Ongki W. Dana dalam siaran pers yang diterima Bisnis.com, Rabu (22/4/2015).

Dia berharap upaya BTPN dalam melestarikan cagar budaya tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Bandung.

"Masyarakat nantinya bila berkunjung ke BTPN Sinaya cabang Dago ini dapat menikmati cagar budaya dan sejarah yang dijaga dengan baik," katanya.

Kota Bandung, lanjut Ongki, merupakan cikal bakal lahirnya BTPN sejak 57 tahun lalu. Oleh karena itu, BTPN merasa wajib untuk memberikan kontribusi kepada kota Bandung.

Proses restorasi bangunan De Driekleur yang menghabiskan waktu kurang lebih empat tahun ini dipimpin oleh Budi Lim, seorang arsitek berpengalaman dengan keahlian konservasi dan restorasi.

Keahlian Budi Lim dibuktikan dengan penghargaan tertinggi UNESCO Asia-Pacific Heritage Awards pada 2001 karena telah merestorasi Gedung Museum Arsip Nasional di Jakarta.

Arsitek Budi Lim menambahkan De Driekleur dibangun pada 1938 oleh arsitek Belanda bernama Albert Frederik Aalbers.

Aalbers kala itu, lanjutnya, termasuk sebagai salah satu arsitek paling mashur seantero Hindia Belanda. Aalbers dan arsitek-arsitek muda lainnya sedang menggandrungi aliran seni yang dikenal dengan Art Deco.

"Sebagian besar waktu justru saya habiskan untuk melakukan riset atas gedung ini dan material-material yang digunakan oleh arsitek. Kami berupaya keras merestorasi kembali bangunan ini sesuai aslinya," tutur Budi.

Rancangan Art Deco ini mempunyai bahasa arsitektur yang jelas yang mencerminkan jiwa kebebasan dan kemajuan. Ruang-ruangnya mempunyai fungsi yang jelas selalu menekankan kualitas ruang daripada kuantitas. Art Deco selalu mempunyai skala yang bersahaja dan manusiawi.

"Selama 4-5 tahun saya mempelajari bangunan De Driekleur yang dibuat oleh Aalbers ini saya melihat adanya benang merah antara BTPN dengan spirit dan khas jiwa Art Deco yang memperhatikan masyarakat menengah dan kelas bawah," terang Budi.


Sumber : Bisnis Indonesia, 22.04.15 / Kredit Foto : duniadarisudutmataku.blogspot.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar