24 April 2015

[240415.ID.BIZ] Penyerapan Anggaran Kemenhub Baru 10%

Bisnis.com, JAKARTA—Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 Kementerian Perhubungan yang baru mencapai 10% dari seluruh anggaran Rp65triliun.

Dia menjelaskan minimnya penyerapan tersebut merupakan hal yang wajar karena kurang lebih kementerian lain pun dipastikan mengalami hal yang sama. Dia mengungkapkan tidak masalah dengan pencapaiannya daripada harus memulai proyek yang asal-asalan.

 “Penyerapan APBN dan APBN-P 2015 baru 10% terhitung sampai akhir Maret. Ya kurang lebih tiga bulan pertama ini semua kementerian juga mengalami hal yang sama kok,” katanya Jumat (24/4).

Jonan menerangkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2015 pun, ucapnya, baru turun pada Februari lalu dan APBNP 2015 baru turun bulan ini. Untuk suatu pembangunan dibutuhkan masterplan atau rencana induk yang hukumnya wajib ada. Misalnya untuk bangun bandara, kereta api, maupun pelabuhan. Selain itu, pembangunan juga perlu membuat amdal (analisis dampak lingkungan) guna mencegah adanya perkara hukum dikemudian hari.

“Sekarang sedang coba prosedur internal seperti proses pengadaan barang dan jasa bisa dipercepat. Maksudnya, proses yang tidak perlu ya dikurangi saja tapi tetap melihat faktor kehati-hatian dan transparansi apabila ada penyimpangan,” paparnya.

Untuk lebih mempercepat penyerapan anggaran, Jonan menggunakan jasa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) atau proses tender untuk pengadaan barang dan jasa. Selain itu, dia mengatakan akan memangkas prosedur internal, seperti review proyek yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemenhub sendiri dan pimpinan bertanggung jawab apabila diminta selesai dalam waktu dua minggu tanpa melewati lembaga lain (eksternal).

"Saya sih maunya tahun ini bisa menyerap sampai 100%, ya kalau tidak jangan beda jauh sama tahun lalu sekitar 85%. Tapi, tetap harus utamakan masterplan dan amdal yang memang memakan waktu," imbuhnya.

Sejauh ini, ungkapnya, belum ada rencana proyek yang dibatalkan olehnya. Dia berharap di pertengahan tahun penyerapannya bisa naik menjadi 30%, 9 bulan naik lagi 60% dan akhir tahun lebih banyak lagi. Tahun ini, Jonan menargetkan menyelesaikan perbaikan di 50 bandara dan 170 pelabuhan. Dirinya berjanji akan bekerja semaksimal mungkin efektif dan tepat waktu.


Sumber : Bisnis Indonesia, 24.04.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar