28 April 2015

[280415.ID.BIZ] Deutsche Bank: Tersandung Kasus Manipulasi Suku Bunga, Laba Anjlok

Bisnis.com, JAKARTA - Di luar dugaan, perolehan laba Deutsche Bank sepanjang kuartal I/2015 tergerus cukup dalam setelah perseroan tersandung denda jutaan euro karena manipulasi tingkat suku bunga pinjaman.

Sekalipun pendapatan total bank raksasa asal Eropa itu melonjak 24% secara year on year menjadi 10,4 miliar euro, laba bersih perusahaan justru turun menjadi 559 juta euro atau setara dengan US8 juta.

Pendapatan bank terkuras untuk membayar denda senilai US$2,5 miliar yang timbul akibat dugaan manipulasi tingkat suku bunga acuan. Deustsche Bank bersama dengan sederet bank besar lainnya didenda oleh regulator AS dan Inggris.

Sebelumnya, konsensus analis mengestimasikan laba bersih menurun 40% menjadi sekira 655 juta euro dalam tiga bulan pertama tahun ini. Sementara itu sejak 2012 Deustshe Bank tercatat sudah menggelontorkan lebih dari sembilan miliar euro untuk membayar denda serta penyelesaiannya.

Bahkan, analis memprediksi tahun ini perseroan masih harus membayar denda sekitar 4 miliar euro untuk perkara serupa. Adapun, hampir setengah dari pendapatan bank ditopang oleh unit investasinya seiring dengan melonjaknya volume serta nilai transaksi investor yang berada di bawah naungan Deutsche Bank.

Saat ini, unit usaha investasi milik Deutsche Bank adalah salah satu yang terbesar di Eropa kendati perseroan sendiri sudah mulai memperkecil unit usaha tersebut.

Deutsche Bank juga mengumumkan strategi bisnis barunya, termasuk penjualan jaringan ritel Postbank miliknya. Pendapatan Postbank tercatat naik tipis 1% dan menjadi unit bisnis dengan performa terburuk.

Sementara itu bank investasi layaknya Deutsche mereguk keuntungan dari pelonggaran moneter besar-besaran (quantitative easing) yang dilakukan oleh European Central Bank (ECB). Morgan Stanley misalnya, pesaing berat Deutsche Bank itu mencatat keuntungan terbesar secara kuartalan sejak krisis finansial di akhir 2008 lalu.

Laba bersih Morgan Stanley melambung hingga 60%, di bawahnya ada Goldman Sachs yang membukukan kenaikan laba sebesar 41%.  Di sisi lain bank besar lain seperti UBS dan Barclays, justru memangkas pendapatan dari pos investasi.


Sumber : Bisnis Indonesia, 27.04.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar