08 Mei 2015

[080515.ID.BIZ] Pemerintah Pertimbangkan Aktif Kembali di OPEC

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mempertimbangkan untuk kembali aktif dalam organisasi negara pengekspor minyak atau the Organization of Petroleum Producing and Exporting Countries (OPEC), kendati Indonesia telah menjadi negara pengimpor minyak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mempertimbangkan untuk kembali aktif di OPEC. Untuk tahap awal, Indonesia akan menjadi peninjau (observer).

Ke depan dia mengarahkan untuk menjadi anggota. "Masuk sebagai peninjau dulu, supaya kita berinteraksi dengan pasar," katanya dalam konferensi pers, Kamis (7/5/2015).

Dia menjelaskan tidak masalah meskipun saat ini jumlah ekspor minyak Indonesia terbilang sedikit. Menurutnya, Indonesia masih memegang peranan penting meskipun menjadi negara importir neto minyak.

"Kita menjadi salah satu pembeli terbesar," tambahnya.

Dengan menjadi peninjau, jelasnya, Indonesia akan berinteraksi dengan negara eksportir minyak. Alhasil, Indonesia akan mengetahui arah pasar minyak mentah.

Dia mengemukakan bagi negara importir minyak, semakin dekat dengan penjual minyak maka akan semakin baik. Selain itu, kedekatan dengan penjual juga akan menutup celah bagi pemburu rente.

Lebih jauh, Sudirman menambahkan saat ini sebagian besar impor minyak Indonesia dibeli dari pasar spot. Dia mengharapkan agar 70% pembelian minyak oleh PT Pertamina (Persero) berupa kontrak jangka panjang, sementara sisanya 30% dibeli spot.

Seperti diketahui, Indonesia telah menjadi anggota OPEC sejak 1962, kemudian mengumumkan keluar pada Mei 2008 ketika Kementerian ESDM dipimpin Purnomo Yusgiantoro.

Purnomo beralasan Indonesia keluar karena telah menjadi negara pengimpor minyak seiring dengan turunnya produksi minyak nasional. Keanggotaan Indonesia di OPEC nonaktif per Januari 2009.

Selain mempertimbangkan untuk kembali aktif di OPEC, Sudirman akan melawat ke negara-negara pengekspor minyak seperti Iran, Irak, Kuwait, Rusia, dan Azerbaijan. Pihaknya bahkan telah bertemu dengan Presiden Iran yang meminta adanya kerja sama komite Indonesia-Iran.

"Apalagi Iran mau dibuka embargonya," tambahnya.


Sumber : Bisnis Indonesia, 08.05.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar