31 Mei 2015

[310515.ID.SEA] Pelabuhan Terbesar di Selat Malaka Akan Terhubung Kereta dan Tol

Jakarta - Rencana proyek Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara akan didukung dengan jalur kereta api dan jalan tol. Pelabuhan ini dirancang bakal yang terbesar di Selat Malaka dengan kapasitas tampung 20 juta Teus/tahun.

‎Pembangunan jalur kereta api dari Gunung Bayu-Planakan dan berakhir di Pelabuhan Kuala Tanjung bahkan progresnya sudah mencapai 80%.

"‎Jalur KA Gunung Bayu-Planakan-Kuala Tanjung yang dibangun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) progres 80%‎. Kawasan industri ini juga akan dibangun jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi-Kuala Tanjung," ungkap Direktur Utama PT Pelindo I (Persero) Bambang Eka Cahyana‎‎ saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (27/05/2015).

Bambang menjelaskan secara total luas areal pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sebesar 3.000 hektar. Di dalamnya terdapat fasilitas kawasan industri, pelabuhan hingga terminal petikemas.

Pelabuhan Kuala Tanjung juga nantinya akan terkoneksi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mengkei yang menjadi pusat produksi sawit termasuk CPO. Jarak antara keduanya cukup dekat yaitu hanya 40 km. Pihak Pelindo juga sudah mengantisipasi ‎dengan membangun pusat tampungan sawit cair sebesar 3,5 juta ton dan kering sebesar 1 juta ton.

"‎Pelindo I telah melakukan kontrak untuk volume 1,5 juta ton kepada pemain CPO. Untuk Peti kemas kami melakukan pembahasan dan negosiasi dengan Unilever di Sei Mengkei setiap minggu 100 Teus. Mereka ini bangun industri sabun dan akan diekspor dengan petikemas dan menjadi market Kuala Tanjung," tuturnya.

Pelabuhan Kuala Tanjung juga dinilai tepat sebagai tempat kirim dan ekspor produk aluminium yang diproduksi oleh PT Inalum.

"‎Inalum mulai ada rencana hilirisasi aluminium yang butuh angkutan petikemas," sebutnya.

Sumber : detik, 27.05.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar