01 Januari 2014

[010114.ID.SEA] Hadapi MEA 2015, Tanjung Priok Pacu Efisiensi Layanan Pelabuhan

Bisnis.com, JAKARTA - Pelabuhan Tanjung Priok menggenjot efisiensi semua lini kegiatan jasa kepelabuhanan dengan menerapkan tehnologi dan informasi (IT) yang terintegrasi dengan seluruh instansi terkait guna memberikan efisiensi layanan logistik menghadapi  Asean Economic Community (AEC) 2015.

General Manager Pelindo II Tanjung Priok Ari Henryanto mengatakan, pada 2014 semua lini kegiatan jasa kepelabuhanan berbasis IT di Pelabuhan Tanjung Priok telah siap diimplementasikan untuk memenuhi tuntutan pengguna jasa pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

“Sudah siap (mengarah) kesana, kami juga berkomitmen menyediakan layanan logistik di pelabuhan yang tepat waktu dan efisien,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (27/12).

Dia mengatakan sistem IT itu juga meliputi berlakunya single billing untuk semua jenis pelayanan kapal serta bongkar muat barang maupun peti kemas di terminal 1,2 dan 3 dermaga konvensional atau multipurpose Pelabuhan Tanjung Priok.

Ari berharap, semua pelaku usaha logsitik termasuk perusahaan eksportir dan importir di Pelabuhan Tanjung Priok mendukung program efisiensi layanan pelabuhan yang terintegrasi dengan sistem IT tersebut.

“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan stakeholders di pelabuhan Priok, bahkan saat ini sudah ada port community yang didalamnya juga bergabung unsur pelaku usaha untuk memberikan masukan bagi pengembangan pelabuhan Priok,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, program penataan lahan untuk memperbesar kapasitas tampung penumpukan barang dan peti kemas di Pelabuhan Priok masih akan dilanjutkan pada 2014.

Sekjen Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Achmad Ridwan Tento mengatakan, mendukung implementasi single billing di Pelabuhan Tanjung Priok karena dapat memberikan kepastian dunia usaha.

Menurut Ridwan, diperlukan langkah konkret dalam menghadapi AEC 2015 sehingga tercapai kesamaan visi dan misi untuk mengefisiensikan layanan jasa kepelabuhanan di tanah air termasuk di Pelabuhan Tanjung Priok.

Ginsi, kata dia, sudah  merekomendasikan enam  langkah yang mesti segera dilaksanakan oleh pemerintah guna mendukung percepatan dan kelancaran arus barang di pelabuhan serta mengefisiensikan ongkos logistik menghadapi  AEC 2015.

Ke enam langkah itu, kata dia, al; menciptakan visi yang sama untuk menghadapi AEC 2015, kepastian hukum dunia usaha melalui regulasi, menertibkan tarif liar di pelabuhan, penggunaan mata uang rupiah dalam jasa kepelabuhanan, peremajaan armada angkutan barang dan peti kemas, serta melibatkan Ginsi dalam setiap pembahasa regulasi di bidang importasi.

“Rekomendasi itu  merupakan hasil Rakernas Ginsi baru-baru ini, dan sudah kami sampaikan kepada pemerintah serta isntansi terkait,” ujarnya dihubungi Bisnis hari ini, Minggu (29/12).

Ridwan mengatakan, sejak terjadinya pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS, kegiatan importasi di seluruh pelabuhan mengalami penurunan rata-rata 5-10%. “Di Pelabuhan Priok saja kegiatan importasi turun 8%,” paparnya.(K1)


Sumber : Bisnis Indonesia, 29.12.13.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar