20 Juli 2016

[200716.ID.BIZ] Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Diminta Optimalkan Kinerja

Jakarta - Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok seharusnya mendesak para operator di pelabuhan untuk mengoptimalkan kinerjanya. Pelayanan di pelabuhan tidak boleh terganggu hanya karena adanya libur bersama, karena dapat mengganggu sistem logistik di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif The Maritim National Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menanggapi kemacetan total yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok di akhir pekan ini. Akibat belum normalnya jam kerja para operator pelabuhan, banyak terjadi penumpukan peti kemas yang mengakibatkan pelayanan menjadi semakin semrawut.

“Dalam situasi apapun layanan pelabuhan harus tetap optimal. Apalagi Tanjung Priok sebagai gerbang utama perekonomian harus tetap dijaga standar layanannya,” jelas Siswanto, akhir pekan lalu.

Menurutnya, sebagai pemerintah, sudah menjadi ranah OP untuk mengatur operasional di pelabuhan untuk bekerja optimal. Pelayanan di pelabuhan Tanjung Priok merupakan wajah dari pelayanan logistik di Indonesia. Dengan demikian, pelabuhan tidak boleh libur atau mengurangi kinerjanya apapun alasannya.

“Pelayanan di pelabuhan itu sudah sama seperti di bandara, rumah sakit, kantor polisi, yang tidak boleh libur. Mall saja buka saat Lebaran, karena harus melayani konsumennya,” tutur Siswanto.

Dia menambahkan, kebijakan pelarangan truk melintas saat musim mudik-balik Lebaran itu tidak lazim di negara-negara lain. Hal ini akan mengganggu pengapalan barang, sehingga dampaknya akan mengganggu jadwal pelayaran.

Selain jadwal kerja yang belum normal, kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Priok akhir pekan ini juga disebabkan banyaknya kapal-kapal besar yang melakukan bongkar muat kontainer. Tercatat sejumlah kapal seperti Maersk Line dan NYK Line tengah melakukan bongkar muatan.

“Pelabuhan tidak boleh libur, apalagi Tanjung Priok yang menjadi pelabuhan ekspor-impor utama di Indonesia. Pelayanannya harus tetap dijaga untuk beroperasi 24 jam dalam 7 hari. Jika operator tidak menjalankan komitmennya untuk beroperasi sesuai jadwal yang ditentukan, Otoritas Pelabuhan, sebagai pemerintah, harus bertindak tegas kepada operator yang belum bekerja penuh,” tutur Siswanto.

Ia menambahkan, dengan kurang optimalnya kinerja di pelabuhan Tanjung Priok selama musim libur, banyak perusahaan pelayaran yang mengeluh karena kurang terlayani ketika tiba di pelabuhan. Perusahaan pelayaran yang paling dirugikan apalagi perusahaan yang berasal dari luar negeri.


Sumber : BeritaSatu, 18.07.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar