24 November 2016

[241116.ID.BIZ] Unit Khusus Siap Dibentuk

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana membentuk unit khusus yang menangani proyek Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara atau National Capital Integrated Coastal Development guna memudahkan koordinasi dan pelaksanaan proyek.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso menyatakan, selama ini pembahasan mengenai NCICD atau megaproyek Garuda berada di lintas kementerian, antara lain Bappenas, Menko Perekonomian, dan Kementerian PUPR.

Keberadaan unit khusus yang fokus menangani proyek tersebut dinilai akan memudahkan koordinasi dan mengefisienkan waktu.

“Pak Basoeki menginginkan kalau bisa di kami saja ada unit khusus yang nantinya bisa mendiskusikan masterplan, pembebasan lahan, sanitasi, dan keseluruhan,” ujarnya, Rabu (23/11).

Menurut Iman, gagasan yang diusulkan oleh Menteri PUPR tersebut juga selaras dengan rekomendasi Bappenas yang telah menyelesaikan kajian ulang selama enam bulan terhadap rencana induk proyek tersebut.

Dia menilai, Menteri PUPR telah menyampaikan usulan tersebut kepada Menko Perekonomian meskipun baru secara informal.

Dirjen menambahkan, saat ini pemerintah memfokuskan pembangunan proyek tersebut pada Fase A yaitu pembangunan tanggul pantai sepanjang total 120 kilometer, di mana 62 kilometer terletak di garis pantai dan 57 kilometer terletak di muara sungai.

“Sekarang kami fokus di coast line ini karena untuk antisipasi banjir Jakarta. Mengenai unit khususnya, nanti bisa berada di bawah Ditjen SDA atau BPIW ,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Basoeki menjelaskan bahwa berdasarkan rapat Rapat Kabinet pada April 2016 diputuskan agar proyek ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, NCICD bukan hanya proyek penanggulangan banjir, melainkan juga proyek pemulihan lingkungan hidup secara keseluruhan.

"Akan ada instansi yang akan dibentuk di bawah Kementerian PUPR untuk menangani proyek ini secara khusus mulai 2017," ujarnya.

Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata menjelaskan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang berkelanjutan, langkah prioritas yang harus segera dilakukan pemerintah di antaranya menangani penurunan muka tanah.

Hal itu dilakukan dengan menyediakan sistem penyediaan air minum dan sanitasi yang lebih berkesinambungan. Pembangunan tanggul di titik-titik kritis merupakan bagian dari upaya menyelamatkan Jakarta dari ancaman banjir rob.

“Kita tunjukkan bagaimana ini direncanakan secara terintegrasi mulai dari perencanaan, kemudian juga mengatasi masalah kebencanaannya, pelayanan dasar dan pengelolaan tata ruang supaya membuat Kota Jakarta dengan Tangerang dan Bekasi bisa berkelanjutan,” ujarnya.

PERUSAHAAN BELANDA

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Kerja sama Ekonomi Internasional Kemenko Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan, pembicaraan lebih jauh dan mendetail terkait dengan proyek NCICD kemungkinan dilakukan dalam pertemuan salah satu perusahaan swasta dari Belanda yang juga bergerak di bidang reklamasi, yakni Van Oord dengan Presiden Joko Widodo.

Meski tak mau mengungkapkan secara mendetail rencana itu, dia menyatakan, kerja sama pengembangan NCICD memang giat dilakukan kedua belah pihak. Apalagai, Belanda memang memiliki spesialisasi dalam bidang penggalian pantai untuk dibuat pelabuhan, tanggul, dan terminal di kanal.

“Ini bisa dimanfaatkan, pembangunan NCICD itu kan banyak menggunakan konsultan dengan Belanda. Bisa jadi, diangkat pada pertemuan nanti. Itu kan proyek besar dan penting. Kalau enggak bisa ambles Jakarta” katanya.

Van Oord melalui siaran persnya menyatakan, telah menandatangani perjanjian kemitraan baru dengan Pemprov DKI Jakarta untuk saling bertukar pengetahuan tentang pengelolaan air perkotaan dan dampak perubahan iklim selama tiga tahun.

Van Oord bergabung sebagai mitra baru untuk berbagi pengetahuan di bidang reklamasi lahan dan pengerukan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution juga mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng beberapa perusahaan swasta dari Belanda untuk mengembangkan proyek ini.

"Mereka banyak ahli di bidang maritim, pelabuhan, kapal. Mereka khususnya akan membantu mengembangkan NCICD dan Kuala Tanjung," katanya.


Sumber : Bisnis Indonesia, 24.11.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar