28 November 2016

[281116.ID.BIZ] Bangun Service Center, DHL Investasi Rp 16 Miliar

JAKARTA. Perusahaan penyedia jasa pengiriman barang ekspres, DHL Express mulai mengoperasikan service center di Solo, Jawa Tengah. Service center itu dibangun di area seluas 1.419 meter persegi dengan investasi senilai Rp 16 miliar.

Nantinya, aset ini memungkinkan DHL Express memproses 340.000 kiriman dan menangani berat kiriman hingga 1,3 juta kilo per tahun. Fasilitas modern ini dilengkapi dengan peralatan canggih seperti motorized conveyor, reweighing dan dimensioning system. Selain itu, ada pula sistem kontrol akses dan alarm serta 45 kamera CCTV untuk memastikan keamanan setiap kiriman.

Fasilitas ini juga memiliki kemampuan vehicle drive-in sehingga kiriman dapat terlindungi lebih baik dari cuaca buruk. Fasilitas ini didukung oleh delapan karyawan, termasuk tiga karyawan yang memiliki sertifikasi menangani kiriman dangerous goods, sehingga semua kiriman yang diproses mengikuti regulasi IATA mengenai dangerous goods.

Service center itu bagian dari ekspansi perusahaan. Baru-baru ini, DHL Express juga menambah gateway di Jakarta dan meluncurkan layanan Mobile Service Station. Berbagai ekspansi itu bertujuan menyediakan akses lebih baik bagi para pelaku usaha lokal menuju pasar global.

“Pembukaan Solo Service Center yang baru ini memampukan kami untuk melayani pelaku usaha lokal lebih baik lagi, dengan memberikan mereka akses ke pasar internasional,” kata Ahmad Mohammad Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia dalam keterangan resmi, Senin (28/11).

Selain itu, Ahmad menyebut, pembangunan service center juga untuk membantu pelaku usaha melakukan perdagangan ke pelanggan di seluruh dunia. Dengan didukung jaringan global ke lebih dari 220 negara dan teritori, DHL Express membantu UKM untuk menjangkau pasar global. "Fasilitas ini adalah bukti kerjasama yang kuat untuk mendukung perkembangan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Ahmad, kota-kota di Jawa Tengah, seperti Semarang dan Solo, berotensi besar untuk tumbuh. Terutama karena banyaknya penyebaran usaha kecil dan menengah di area tersebut. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (Indonesia Investment Coordinating Board), tingkat investasi domestik ke Jawa Tengah meningkat 1.483% antara 2010 dan 2013. Ini memberikan sinyal adanya minat yang kuat di area tersebut.


Sumber : Kontan, 28.11.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar