25 November 2016

[251116.ID.BIZ] Pemerintah Siapkan 4 Holding Baru

JAKARTA — Kementerian BUMN menyiapkan pembentukan empat holding BUMN baru yang terdiri dari sektor farmasi, perkapalan dan industri strategis, asuransi, dan maritim pada 2017.

Dengan demikian, jumlah holding yang akan dibentuk oleh Kementerian BUMN sebanyak 10 sektor di mana 6 holding di antaranya dalam proses pembentukan yang terdiri dari sektor minyak dan gas, tambang, jalan tol dan konstruksi, bank, perumahan dan pangan.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan konsep holding BUMN tersebut. “Saya selalu bilang enam tahun ini, itu cuma masalah waktu saja, tahun depan empat holding ,” katanya, Rabu (23/11).

Sejauh ini belum dapat diketahui secara pasti BUMN mana saja yang akan bergabung dalam empat holding baru tersebut pada 2017. Dalam sektor farmasi, BUMN yang memiliki kegiatan utama di bidang itu adalah PT Kimia Farma (Persero) Tbk., PT Indofarma (Persero) Tbk., dan PT Bio Farma (Persero).

Selain itu, terdapat anak usaha BUMN yang bergerak di sektor farmasi yaitu PT Phapros Tbk., milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Isu mengenai konsolidasi BUMN farmasi telah muncul sejak beberapa waktu lalu, tetapi belum terealisasi sampai saat ini.

Sementara itu, BUMN yang bergerak di sektor perkapalan dan industri berat adalah PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Pal Indonesia (Persero), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Barata Indonesia (Persero).

BUMN yang bergerak di sektor industri strategis antara lain PT Pindad (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Dahana (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia.

Di samping itu, BUMN yang bergerak di sektor asuransi umum antara lain PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Jasa Raharja (Persero) serta PT Asuransi Jasa Indonesia. Salah satu BUMN, PT Asuransi Jiwasraya, bergerak di sektor asuransi jiwa.

Terakhir, BUMN yang bergerak di sektor maritim antara lain PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), PT Pelindo IV (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Djakarta Lloyd, dan PT Pelni (Persero).

Selain itu, PT Kawasan Industri Medan (Persero), PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma (Persero), PT Kawasan Industri Makassar (Persero), PT Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung (Persero).

PRIORITAS

Aloysius mengatakan pihaknya masih memproses pembentukan enam holding BUMN pada 2016. Dua sektor yakni minyak dan gas serta tambang akan menjadi prioritas pemerintah sebelum tutup tahun ini. Empat sektor lainnya dianggap akan terbentuk setelah dua sektor prioritas itu terbentuk yang berarti berpotensi mundur tahun depan.

Menurutnya, Kementerian BUMN akan menggelar diskusi dengan Komisi VI DPR terkait pembentukan holding BUMN tersebut. Sejauh ini, Kementerian BUMN belum pernah menggelar rapat dengar pendapat secara terbuka yang membahas holding BUMN secara rinci.

Pemerintah sekarang juga tengah menyiapkan revisi PP No.44/2005 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Pada BUMN dan Perseroan Terbatas sebagai salah satu dasar hukum pembentukan holding BUMN tersebut.

Dalam kesempatan lain, Managing Director Lembaga Management Universitas Indonesia (LM UI) Toto Pranoto menyatakan 25 BUMN besar menghasilkan pendapatan konsolidasi sebesar 90% dari seluruh total pendapatan 119 BUMN.

“Artinya, pemerintah cukup mengelola top 25 secara fokus, mengendalikan mereka dalam beberapa holding company, sehingga harapan untuk meningkatkan kinerja BUMN bersaing dengan Temasek dan Khazanah bisa terwujud,” paparnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/11).

Khazanah adalah holding perusahaan milik negara di Malaysia, sedangkan Temasek holding untuk perusahaan di Singapura.

Sumber : Bisnis Indonesia, 24.11.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar