05 Maret 2014

[050314.ID.BIZ] Penumpang KRL Jabodetabek Disubsidi Rp641,457 miliar

Bisnis.com, JAKARTA--Penumpang kereta rel listrik (KRL) tahun ini memperoleh dana public service obligation (PSO)atau subsidi Rp 641,457 miliar yang dialokasikan untuk 300.282.696 penumpang.


Alokasi dana PSO sebesar itu berarti meningkat 50% lebih dibandingkan pemberian subsidi tahun silam.
Menurut Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko PT KAI pada  2013 merealisasikan subsidi kepada 112.840.787 penumpang. Penambahan PSO pada tahun ini karena estimasi jumlah penumpang KRL yang bisa diangkut mencapai 700.000/hari.

"Dana PSO KRL Jabodetabek untuk 13 lintas pelayanan mencapai  561 frekuensi setiap harinya," jelas seperti dilansir laman Kemenhub, Selasa (4/3/2014).
Hermanto menjelaskan penandatanganan Kontrak Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO) Tahun Anggaran 2014 yang dilakukan dengan manajemen KAI diharapkan masyarakat dapat menggunakan transportasi kereta api dengan lebih nyaman, aman, dan terjangkau.
"Penumpang diharapkan juga ikut menjaga fasilitas prasarana dan sarana agar tetap prima," paparnya.

Untuk peningkatan kapasitas angkut di jalur Jabodetabek, menurut Hermanto, sedang dilakukan perpanjangan peron yang saat ini sudah dalam tahap penyelesaian sehingga bisa dioperasikan KRL satu rangkaian dengan 10 unit.

Direktur Utama PT Kereta Api Commuterline Jabodetabek Tri Handoyo menambahkan, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan dua rangkaian KRL dengan 10 unit kereta yang siap operasi setelah memperoleh sertifikasi dari Kemenhub.

"Ya, tadinya akan dioperasikan awal Maret ini, namun sebagian stasiun masih ada yang belum rampung, jadi diharapkan minggu ini bisa direalisasikan," tutur Tri.

Dari 150 unit KRL yang sudah tiba, menurut Tri, dua rangkaian atau 20 unit sudah siap operasi, lima rangkaian atau 50 unit sedang menunggu sertifikasi. 30 unit KRL belum tiba di dari rencana 180 unit atau 18 rangkaian yang dibeli tahun anggaran 2013.
Sumber : Bisnis Indonesia, 04.03.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar