19 Maret 2014

[190314.ID.BIZ] Dicari!, Presiden Yang Paham Persoalan Logistik

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku usaha logistik Indonesia membutuhkan Calon Presiden yang memahami persoalan logistik karena bidang usaha ini selalu bertumbuh secara signifikan.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan selama ini para pemimpin bangsa hanya paham seoal infrastruktur tetapi tidak paham soal logistik. Hasilnya, para pemimpin ramai-ramai menganggarkan program pembangunan infstruktur yang justru tidak mendorong sistem logistik yang efisien.

“Presiden berikutnya harus melaksanakan secara konsekuen. Jangan seperti saat ini sislognas hanya baik di tataran Menko Perekonomian tapi tidak didukung kementerian lain yang sibuk membuat proyek sendiri-sendiri,” ujarnya dalam acara Logistic Outlook yang digelar Frost & Sullivan dan ALI, Selasa (18/3/2014).

Dia mencontohkan rencana pembangunan jalan tol lintas Sumatra menurutnya terlalu memboroskan keuangan negara dan tidak mudah. Pemerintah seharusnya membangun jalan penghubung yang lebar antara pantai Timur dan Barat pulau itu. Selain itu pelabuhan-pelabuhan di wilayah itu harus direvitalisasi karena pelayaran pendek akan menjadi tren di masa mendatang.

Zaldy melihat para tokoh politik yang sudah mengumumkan bakal mencalonkan diri sebagai presiden tidak memiliki visi logistik yang jelas.

Hal serupa menurutnya juga terlihat dari platform mayoritas partai politik yang tidak mencantumkan persoalan pembenahan logistik sebagai salah satu program partainya.

Menurutnya persoalan infstruktur yang mendukung sistem logistik masih menjadi momok bagi pelaku usaha karena menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi. Karena itu, menurut Zaldy jika pemerintah tidak segera membenahi infstruktur logistik maka bisa terjadi bencana perekonomian lantaran sektor logistik mampu menyumbangkan 5%pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Presiden berikut, kata dia, harus mampu membangun infstruktur yang menghubungkan wilayah yang tergolong source based dengan wilayah yang masuk dalam manufacturing based untuk memudahkan pergerakan barang industri.


Sumber : Bisnis Indonesia, 19.03.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar