29 Desember 2015

[291215.ID.BIZ] Foxconn Berniat Akuisisi Sharp Senilai US$ 2,5 M


TOKYO. Jelang akhir tahun, kabar mengejutkan datang dari Jepang. Kyodo News melaporkan perusahaan Taiwan Hon Hai Precision Industry atau yang lebih dikenal dengan nama Foxconn akan mengakuisisi Sharp Corp.

Nilai aksi korporasi tersebut ditaksir mencapai ¥ 300 miliar atau setara dengan US$ 2,5 miliar. Jumlah tersebut sekitar 50% di atas nilai pasar Sharp saat ini.

Kabar itu langsung membuat harga saham produsen elektronik asal Jepang itu pun melonjak 8,2%. Kemarin, harga saham Sharp dibuka di level ¥ 119 per saham. Sementara, saham Hon Hai turun sedikit di awal perdagangan.

Mengutip CNBC, Hon Hai mengajukan proposal untuk merombak manajemen Sharp termasuk pengunduran diri Presiden Sharp, Kozo Takahashi. Selain itu, Hon Hai juga bersedia mengambil alih utang Sharp. Per September 2015, total kewajiban Sharp mencapai ¥ 760 miliar.

Sejak lama Hon Hai kepincut dengan Sharp. Ketua Hon Hai, Terry Gou berulang kali mengungkap keinginan berinvestasi di perusahaan elektronik tersebut.

Pada tahun 2012, Sharp mempertimbangkan menjual 9,9% saham kepada Hon Hai. Meski kesepakatan itu batal, Gou mengatakan kepada media setempat bahwa ia masih ingin meminang Sharp di tahun 2014 lalu.

Sementara itu, Sharp sedang bekerja keras mengumpulkan dana setelah diselamatkan oleh bank-bank lokal di bulan Mei 2015 untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir. Persaingan dengan perusahaan China menggerus bisnis liquid cyrstal display (LCD) Sharp.

Sharp yang bermarkas besar di Osaka telah menderita kerugian selama empat tahun dalam tujuh tahun terakhir. Laba Sharp dalam setahun yang berakhir Maret 2015 hanya ¥ 10 miliar. Realisasi ini jauh di bawah perkiraan sebelumnya yakni ¥ 80 miliar.

Awal bulan ini, sejumlah media Jepang memberitakan Innovation Network Corporation of Japan (INCJ), sebuah lembaga dana pemerintah berencana membelah divisi LCD Sharp dan menggabungkan dengan Japan Display Inc.

Sejumlah analis melihat penggabungan tersebut berdampak negatif dalam jangka panjang. "Mereka memiliki beberapa tumpang tindih yang harus dirampingkan," ujar Yasuo Nakane, analis Senior Mizuho Securities seperti dikutip Japan Times.

Sumber : Kontan, 29.12.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar