04 Januari 2016

[040116.ID.BIZ] Pengganti Cilamaya: Tata Ruang Subang Sudah Antisipasi Pembangunan Pelabuhan

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan tata ruang Kabupaten Subang sudah mengantisipasi pembangunan pengganti pelabuhan Cilamaya, Karawang.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan jika Subang ditetapkan sebagai lokasi pengganti Cilamaya pihaknya menyambut baik.

Menurutnya informasi kepastian lokasi sudah sangat ditunggu pihaknya agar ada kepastian pembangunan.

“Subang, saya sudah terima langsung informasinya dari Pak JK. Tapi titik detilnya di mana masih rahasia,” katanya pada Bisnis di Bandung, Senin (4/1/2016).

Deddy mengaku enggan memastikan apakah Patimban, Subang akan menjadi lokasi pasti pengganti Pelabuhan Cilamaya.

Menurut Deddy, Pemprov telah bersepakat dengan Pusat agar lokasi tersebut dirahasiakan karena akan menjadi buruan spekulan.

“Kita belajar dari Cilamaya, spekulan tanah ramai. Untuk yang sekarang dihindari jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Posisi pelabuhan di Subang menurutnya sudah tepat karena masih dekat dengan kawasan industri Bekasi dan Karawang.

Dari sisi tata ruang, Pemkab Subang ternyata sudah mengakomodasi adanya pembangunan pelabuhan besar di sana dalam RTRW mereka.

“RTRW Subang sudah ada, sudah siap,” papar Deddy.

Pemprov Jabar sejak awal tidak berkeberatan dengan perubahan lokasi pelabuhan, karena wilayah Utara Jabar seperti Subang, dan Indramayu memungkinkan untuk dibangun.

Wagub mengaku pihaknya sudah memberikan garansi pada Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan hendak menggeser ke mana pun.

“Mau di mana? Kita urusin tata ruangnya,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Wagub, tim dari pusat sudah banyak bergerak di lapangan.

Aktivitas tim tersebut mulai dari perumusan details engineering design (DED) hingga survey harga lahan.

Dari sisi lokasi, jarak antara Subang dengan kawasan industri Bekasi dan Karawang tidak terlalu jauh.

Bahkan Wagub mencatat dari kajian yang ada, waktu tempuh Karawang dengan Tanjung Priok dan Karawang-Subang relatif sama.

“Tapi kalau arus barang ke Subang tentu tidak sepadat ke Jakarta,” katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 04.01.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar