18 Januari 2016

[180116.ID.BIZ] Hadapi MEA, Jokowi Ingin Biaya Logistik Turun


Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mengharapkan biaya transportasi logistik bisa turun. Tingginya biaya akan memperlemah daya saing Indonesia dibandingkan negara-negara lain.

"Biaya transportasi kita masih 2,5 hingga 3 kali lipat lebih besar dari negara tetangga," kata Jokowi, di Ruang Mataram, Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Senin (18/1).

Dengan kondisi demikian, kata Jokowi, bagaimana Indonesia bisa bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Belum lagi kita masuk ke TPP (Trans Pacific Partnership) Blok Amerika, Uni Eropa, atau Blok nya Tiongkok. Kalau biaya logistik kita masih mahal, tentu kita akan kena libas dan keok, itu yang saya tidak mau," ‎tuturnya.

Jokowi ‎mengatakan, pengembangan transportasi di Papua dan Sulawesi harus menjadi perhatian untuk menekan biaya angkut. Jika masih mahal, maka produk di sana tidak bisa bersaing dengan produk dari daerah lain‎. 

"Oleh sebab itu, cara-cara lama harus ditinggalkan, ini era persaingan dan kompetisi. Kalau kita tidak bisa ke sana, kita yang ditinggal, dan saya tidak mau itu terjadi. Pengembangan transportasi daerah seperti bandara, pelabuhan perintis harus diperhatikan, sehingga ketimpangan biaya bisa kita tangani‎," tutup Jokowi.

Sebelumnya Jokowi menargetkan penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan (Kemhub) mencapai 90 persen pada Tahun Anggaran 2016. Dengan demikian, proyek pembangunan prasarana transportasi di Indonesia bisa berjalan cepat. Dampak lebih lanjut, biaya logistik nasional di Indonesia bisa lebih murah‎ sekaligus mengurangi ketimpangan harga produk dan jasa di wilayah Timur Indonesia serta mendorong perekonomian nasional.

Sumber : Berita Satu, 18.01.16.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar