16 Januari 2016

[160116.ID.BIZ] Jepara Akan Kembangkan Pelabuhan Legon Bajak

JEPARA. Pemerintah Kabupaten Jepara berencana mengembangkan Pelabuhan Legon Bajak di Kepulauan Karimunjawa untuk semakin memajukan sektor pariwisata di destinasi kepulauan itu.

"Ya, memang pelabuhan yang sudah ada, termasuk Pelabuhan Karimunjawa belum bisa untuk berlabuh kapal-kapal berukuran besar. Baru kapal-kapal berukuran kecil," kata Bupati Jepara Ahmad Marzuki di Jepara, Senin.

Ia mengakui kurang representatifnya fasilitas pelabuhan mempengaruhi pengembangan pariwisata, apalagi di Kepulauan Karimunjawa yang sarana transportasi utamanya memang menggunakan jalur laut.

Menurut dia, upaya untuk mengembangkan sarana transportasi di Kepulauan Karimunjawa memang terkendala keterbatasan anggaran Pemkab Jepara sehingga dibutuhkan bantuan provinsi maupun pusat.

"Pemda (Pemkab Jepara, red.) memang memiliki keterbatasan anggaran. Kemampuan anggarannya ada, tetapi kecil. Makanya, kami membutuhkan bantuan provinsi maupun pusat untuk membangun dermaga," katanya.

Marzuki mencontohkan Kapal Motor (KM) Leuser yang sudah memulai pelayaran perdananya ke Karimunjawa, tetapi tidak bisa merapat ke pelabuhan karena dangkalnya perairan dan penuhnya terumbu karang.

Para wisatawan yang menaiki KM Leuser harus dijemput menggunakan perahu kecil milik nelayan secara bergantian untuk menuju ke Pulau Karimunjawa, sementara KM Leuser tetap menunggu di lautan lepas.

"Kami berencana mengembangkan Pelabuhan Legon Bajak. Ya, masih di Pulau Karimunjawa. Di sana masih memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pelabuhan yang bisa dilabuhi kapal-kapal besar," katanya.

Bahkan, kata dia, Pelabuhan Legon Bajak direncanakan bisa dilabuhi kapal-kapal besar berkapasitas sampai 6.000 GT (gross tonnage) sehingga memudahkan akses wisatawan untuk berkunjung ke Karimunjawa.

"Ya, inginnya kami secepatnya. Bergantung bantuan anggaran, semakin cepat semakin baik. Bandara juga demikian, kami berencana mengembangkannya sehingga pesawat berbadan lebar bisa mendarat," katanya.

Selama ini, kata Marzuki, Bandara Dewandaru yang ada di Karimunjawa hanya bisa didarati oleh pesawat berukuran kecil, salah satunya milik Susi Air yang memiliki kapasitas sekitar 8-10 penumpang. Budi Suyanto.

Sumber : Kontan, 11.01.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar