04 Juni 2016

[040616.ID.BIZ] Samudera Indonesia Tambah Depot Container

JAKARTA. PT Samudera Indonesia Tbk akan menambah area penyimpanan kontainer kosong alias container depot. Perusahaan tersebut mengalokasikan dana investasi US$ 140 juta untuk dua tahun.

Pada tahap pertama atawa tahun 2016 alokasi dana sebesar US$ 60 juta. Lantas US$ 80 juta untuk pengembangan container depot pada tahun 2017.

Investasi pada masing-masing tahap mencakup pembelian tanah dan peralatan serta pembangunan kantor. Tahun ini, Samudera Indonesia akan membikin container depot di Palembang, Sumatera Selatan dan Makassar, Sulawesi Selatan.

Mereka juga akan memperluas container depot yang ada di Surabaya Jawa Timur, Semarang Jawa tengah, Medan Sumatera Utara dan Semper Jakarta.

Selain menambah container depot, Samudera Indonesia akan ekspansi mengembangkan volume terminal secara bertahap.

Perusahaan itu ingin, volume terminal tahun ini sebesar 850.000 twenty foot equivalent unit (TEUs). Lantas, pada tahun 2020 menjadi 1.525 TEUs.

Khusus tahun ini, mereka menggelontorkan dana US$ 50 juta. Pengembangan terminal itu untuk menjawab permasalahan kapasitas yang sudah penuh.

Direktur Independen PT Samudera Indonesia Tbk, Kamis (2/6) Ridwan Hamid menyebut, untuk Terminal 3 di Priok perusahaan ini akan memperluas dermaga.

Sembari memperluas terminal, Samudera Indonesia menambah kapal. Perusahaan berkode SMDR di Bursa Efek Indonesia tersebut masih memiliki pekerjaan rumah untuk belanja dua kapal lagi.

Bobot masing-masing dua kapal baru nanti 1.000 TEUs - 2.000 TEUs. "Akan sampai di kuartal IV-2016," ujar Masli Mulia, Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk kepada KONTAN.

Sebagai gambaran, kuartal I-2016, Samudera Indonesia sudah belanja dua kapal. Kapal pertama, Sinar Banda datang 20 Januari 2016. Nilai investasinya US$ 7,1 juta.

Bobot mati (deadweight tonnage) kapal itu 15.210 ton dengan kapasitas 1.060 TEUs. Samudera Indonesia akan memakai kapal itu untuk rute regional. Lalu pada 23 Maret 2016 kapal kedua datang.

Kapal bernama Sinar Papua itu berbobot mati 7.624 ton dengan kapasitas 562 teus. Kapal dengan investasi US$ 3,5 juta tersebut untuk mengarungi rute domestik.

Meski memiliki setumpuk rencana, tahun ini Samudera Indonesia menargetkan pendapatan sama dengan 2015, yakni US$ 451,13 juta. Sebab, mereka belum melihat indikasi positif pendorong bisnis. "Dari dulu konsepnya shipping follow the trade, tapi di Indonesia saat ini perdagangannya masih belum tumbuh dan belum merata," tandas Masli.

Sumber : Kontan, 04.06.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar