06 Juni 2016

[060616.ID.BIZ] Perusahaan Transportasi Mulai Genjot Bisnis

JAKARTA. Perusahaan transportasi darat terus berupaya memperbesar pendapatan. Selain dari bisnis murni angkutan, para pebisnis di bidang transportasi umum juga mulai menjajaki pendapatan dari bisnis non angkutan.

Salah satunya dari pendapatan media iklan di tubuh armada perusahaan transportasi umum. Adalah PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) salah satu yang bersiap menjajaki bisnis media iklan di sekujur tubuh mobil taksi atau biasa disebut iklan reklame.

"Langkah ini sebagai upaya untuk diversifikasi pendapatan," kata David Santosa, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Express Transindo Utama, kepada KONTAN Senin (30/5) pekan lalu.

Untuk sementara, David memang masih belum bersedia memberikan informasi perihal target bisnis yang dibidik dari pengembangan bisnis tersebut. Ia berdalih, hingga kini pihaknya masih dalam proses penjajakan untuk menjadikan taksi Express dan bisa juga Eagle sebagai media untuk memasang display iklan.

Kebetulan, warna taksi Express yang putih memudahkan perusahaan ini membuat media ruang iklan di tubuh taksi tersebut. "Belum ada target, kami masih melakukan tes pasar," ujar David.

Yang jelas, Express Transindo sudah menjajaki bisnis ini sejak awal tahun ini. Perusahaan ini memasang tarif iklan antara Rp 6,5 juta sampai Rp 7,5 juta per bulan per taksi bagi para pemasang iklan. Itupun dengan minimum order 100 unit taksi.

Tak mau kalah, PT Transjakarta juga berminat menambah pundi-pundi dari bisnis media iklan. Saat ini, manajemen Transjakarta masih dalam tahap penjajakan di bisnis iklan tersebut.

"Kami memang akan ke sana, tapi masih dalam tahap perencanaan," kata Prasetia Budi, Kepala Humas Transjakarta.

Sayangnya, Prasetia enggan membeberkan lebih lanjut soal rencana tersebut lantaran masih tahap perencanaan. Langkah perusahaan transportasi darat itu sudah terlebih dahulu dilakoni oleh PT KAI Commuter Jabodetabek.

Hasilnya, pendapatan PT KAI Commuter bertumbuh. Di triwulan 1-206, pendapatan iklan di tubuh kereta komuter berkontribusi 6%-8% terhadap total pendapatannya. Adapun target kontribusinya akhir tahun ini mencapai 10% dari total pendapatan.

Sumber : Kontan, 06.06.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar