15 Agustus 2016

[150816.ID.BIZ] 11 E-commerce Asia Satukan Sistem

BANDUNG — Sebanyak 11 perusahaan yang menangani infrastruktur teknologi informasi bagi e-commerce, memperkuat aliansi untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan pertukaran data perdagangan di antara negara-negara di Asia.

Kesebelas perusahaan tersebut tergabung dalam Pan-Asian e-Commerce Alliance (PAA) yang menggelar PAA Meeting ke-53 di Bandung, Jawa Barat pada 9-12 Agustus 2016.

Indonesia diwakili PT EDI Indonesia (EDII) sebagai perusahaan pelopor dalam mengembangkan Jasa Pertukaran Data Elektronik (PDE) di Indonesia dan berstatus sebagai anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan Sisindokom Teknologi.

E. Helmi Wantoso, Direktur Utama PT Electronic Data Interchange (EDI) Indonesia mengatakan, perusahaan tersebut mewakili negara masing-masing yakni China (CIECC), Taiwan (Trade-Van), Hong Kong SAR (TradeLink), Jepang (NACCS), Korea (KTNET), Macau SAR (TEDMEV), Malaysia (DagangNet), Singapura (Crimson Logic), Thailand  (CAT Telecom), Filipina (InterCommerce) dan Indonesia (PT EDI Indonesia).

Dia menjelaskan PAA adalah sebuah aliansi dan forum kerja sama perusahaan-perusahaan yang memiliki inti bisnis e-commerce dan e-business solution serta sebagai trade facilitator di negara masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah permasalah salah satunya tentang perkembangan teknologi yang mendukung dalam pertukaran data secara elektronik yang ada di Asia saat ini. “Kami membahas teknologi dan pemrograman agar menggunakan satu bahasa yang sama dalam pertukaran data. Seperti barang masuk dari China, kalau  bahasa enggak sama, pengertian enggak sama, akan sulit mengkomunikasikannya,” jelasnya, Jumat (12/8/2016).

Helmi memaparkan dalam pertemuan tersebut PAA membuat sebuah sistem teknologi dengan platform bahasa sistem yang sama yang bertujuan untuk memu-dahkan pertukaran data antarnegara, dengan menggunakan bahasa pemrograman internasional.

Menurutnya, aliansi tersebut sangat penting bagi negara di Asia Pasifik dalam menciptakan perdagangan di kawasan yang aman dan cepat. “Saat ini, perdagangan internasional terus meningkat seiring dengan berkembangnya Asean Economic Community yang meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam kegiatan ekonomi lintas kawasan, salah satu faktor pendukungnya adalah teknologi informasi.”

Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas perdagangan internasional melalui kecepatan dan ketepatan proses arus barang.

Susiwijono, Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi & Informasi Teknologi Kementerian Keuangan mengatakan, pihaknya sebagai penanggungjawab bidang IT di Kemenkeu mendorong forum provider penyelenggara layanan pertukaran data secara elektronik sebagai representasi 11 negara di Asean untuk meningkatkan kapasitasnya.

Menurutnya, dalam tren e-commerce yang semakin berkembang dibutuhkan penguatan aliansi untuk meningkatkan layanan data exchange tentang ekspor-impor lintasnegara di Asean. “Kerja sama pertukaran data antarnegara sangat penting supaya data yang ada menjadi terhubung dan saling mencocokan. Ke depan, pertukaran data secara online ini
bukan hanya untuk kepentingan perdagangan global, tetapi lebih dari itu, untuk kepentingan perpajakan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pertukaran data perdagangan secara elektronik di antara negara di dunia menjadi sangat penting, termasuk bagi pengembangan kapasitas ekonomi Indonesia di tingkat global. Sejumlah negara kawasan membentuk aliansi bersama pertukaran data secara online, dengan tujuan memperkuat integrasi data di antara negara-negara itu.
 
Sumber : Kontan, 15.08.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar