29 Agustus 2016

[290816.ID.BIZ] Industri Kapal Lokal Merasa Masih Anak Tiri

Jakarta. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan agar sektor maritim menjadi tulang punggung visi Indonesia dan terus dikembangkan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Oleh karena itu, segala aspek terkait kemaritiman harus diperkuat dari dalam, salah satunya industri galangan kapal.

Eddy K Logam Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Partai Indonesia (IPERINDO) mengatakan industri galangan kapal adalah landasan untuk merealisasikan recana Presiden Jokowi. Langkah pemerintah pada tahun lalu yang memberikan proyek pembuatan kapal kepada pengusaha galangan kapal dinilai menjadi terobosan yang baik.


“Tahun lalu ada 160 orderan kapal dari Departemen Perhubungan Laut ditargetkan selesai akhir tahun ini,” kata Eddy kepada KONTAN, Senin (29/8).

Meski demikian industri galangan terbilang stagnan, sebab pada tahun ini tidak ada proyek yang diterima. Menurut Eddy, pemerintah harus mempunyai rencana lima sampai 10 tahun ke depan agar industri galangan dapat bertahan. “Jika industri galangan telah stabil dan berkesinambungan, maka investor akan masuk, mereka akan berani investasi kalau jelas.” Tutur Eddy kepada KONTAN, Senin (29/8).

Selain itu jika industri galangan kapal kuat akan berdampak positif, lebih dari 1.500 lapangan pekerjaan tersedia, pendapat dari Pajak Penghasilan (PPh) badan, serta menghemat devisa negara, tambah Eddy.

Namun, dukungan dari pemerintah dirasa tidak memiliki implementasi terhadap pengusaha galangan kapal lokal. Pasalnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 tahun 2015 hanya menguntungkan pihak asing.

Dalam PP tersebut menyatakan kapal impor dibebaskan dari PPN dan biaya masuk. Pengusaha galangan kapal lokal yang notabene harus mengimpor komponen dari luar negeri, dikenakan PPN 10 % dan biaya masuk 5% – 12 %.

Hasilnya, kapal impor masih lebih murah daripada kapal lokal. Apabila peraturan yang dibuat berimbang maka harga yang ditetapkan pengusaha lokal bisa bersaing.

Asal tahu kebutuhan kapal di Indonesia setiap tahunnya mencapai 1.000 unit, 90% di antaranya adalah kapal impor. Anggaran yang dibutuhkan pun mencapai Rp 10 triliun.

Menurut Firdaus Manti, Asisten Deputi Industri Penunjang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman galangan kapal saat ini sekitar 200 – 250 galangan, tentunya akan terus ditingkatkan.

Proyek pemerintah untuk membangun 500 kapal yang diberikan pada tahun lalu membawa angin segar. Proyek yang direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2019 ini menjadi suatu pembuktian bagi industri galangan kapal agar menjadi pemain di negeri sendiri.

Eddy berharap setelah galangan kapal membaik, rencana ke depan adalah memproduksi komponen agar tidak impor lagi, dan terakhir adalah memperkuat industri.

Sumber : Kontan, 29.08.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar