19 Agustus 2016

[190816.ID.BIZ] Semen Kian Membanjir

JAKARTA — Asosiasi Semen Indonesia memproyeksikan terjadinya kelebihan pasok semen hingga 28 juta ton pada tahun ini dan meningkat menjadi 30 juta ton pada 2017.

Akibatnya, utilisasi kapasitas produksi industri semen hanya sekitar 65%—70%. Pabrik yang tidak beroperasi penuh berdampak pada realisasi rencana pengembalian investasi dan kemampuan perusahaan menyelesai kan kewajiban pinjaman.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso menyatakan upaya pemerintah mendorong pembangunan infrastruktur dapat mendorong pertumbuhan konsumsi semen, namun tidak cukup mengimbangi pertumbuhan kapasitas produksi tanpa pembekuan izin pendirian pabrik baru.

“Produsen semen mengeluh dan galau dengan terus diizin kannya pengembangan pabrik semen meskipun ASI sudah secara resmi memohon agar izin pembangunan pabrik baru dihentikan hingga 2019,” katanya, Senin (15/8).

Kementerian Perindustrian sendiri setuju untuk memperketat persyaratan pembangunan pabrik semen untuk menopang kinerja industri yang tertekan kelebihan pasok.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Kementerian Perindus trian, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan pengetatan persyaratan pemberian izin pembangunan pabrik semen adalah solusi jangka pendek atas kelebihan pasok semen di pasar Tanah Air.

Dia menjelaskan kebijakan tersebut adalah alternatif dari pembekuan izin investasi baru pembangunan pabrik semen yang diminta oleh Asosiasi Semen Indonesia.

“Kami mendukung keinginan produsen semen dan sudah berkoordinasi dengan BKPM soal aspek hukumnya. Namun, pembekuan izin sepertinya butuh proses yang panjang karena berkaitan dengan UU dan Peraturan Pemerintah. Pengetatan persyaratan bisa menjadi langkah sementara karena hanya butuh Peraturan Menteri Perindustrian,” katanya kepada Bisnis, Senin (15/8).

Sigit menjelaskan pemerintah akan memperketat persyaratan lokasi pabrik baru, persyaratan teknologi yang lebih tinggi, serta persyaratan dampak lingkungan yang lebih ketat. Izin baru rencananya hanya akan diberikan bagi pembangunan pabrik semen di luar Jawa, khususnya wilayah sulit dijangkau oleh pemasaran pabrik semen yang sudah ada.

“Teknologi juga bisa dibatasi, sekarang kan teknologi banyak misalnya harus dry. Lingkungan kita perketat soal syarat dampak pabrik terhadap lingkungannya,” kata Sigit.

PERMINTAAN MELAMBAT

Widodo Santoso menjelaskan perlambatan pertumbuhan permintaan di tengah lonjakan kapasitas produksi membuat pasokan semen membludak. Pengoperasian enam pabrik semen baru pada 2016 membuat Indone sia menjadi produsen semen pa ling besar di Asia Timur dengan total kapasitas 92,7 juta ton. Ka pasitas akan semakin melimpah pada 2017 seiring pengoperasian pabrik baru milik PT Semen Padang (Persero) dan PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Lonjakan kapasitas tersebut tidak bisa diimbangi oleh pertumbuhan permintaan. Konsumsi semen pada tiga tahun terakhir hanya naik 7 juta ton. ASI memperkirakan permintaan pada tahun ini hanya meningkat 4% atau sebanyak 2,5 juta ton setelah pada paruh pertama konsumsi hanya naik 3,1% atau setara 1,1 juta ton.

“Beberapa produsen semen terpaksa harus menyetop sebagian pabrik karena stok di gudang penyimpanan sudah penuh, bahkan ada yang sudah menyimpan clinker di open yard,” katanya.

ASI menyatakan konsumsi semen pada Juli 2016 naik 2,5% year on year menjadi 3,53 juta ton didorong oleh pertumbuhan permintaan semen dari Sumatra, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Pertumbuhan paling tajam terjadi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Konsumsi semen di daerah tersebut naik 26% year on year menjadi 100.000 ton.

Permintaan semen di pasar terbesar, yaitu Jawa, justru merosot 3,7% menjadi 1,8 juta ton. Widodo mengharapkan kucuran realisasi sisa anggaran proyek infrastruktur Kementerian PUPR bisa mendorong permintaan semen pada lima bulan terakhir tumbuh semakin tinggi. Pada 2016 anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat stagnan di kisaran Rp104 triliun dibandingkan dengan 2015.

Sumber : Bisnis Indonesia, 16.08.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar