02 Juni 2014

[020614.ID.BIZ] KAI Cirebon Bidik Angkutan Batu Bara


TEMPO.CO, Jakarta - Setelah jalur ganda beroperasi, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi III Cirebon membidik angkutan batu bara yang saat ini masih menggunakan truk. Kepala Daerah Operasi (Daop) III Sukairi menyatakan sebenarnya PT KAI sudah siap jika diberikan mandat untuk mengangkut batu bara.

"Kami sudah mempunyai lokomotif dan gerbong yang cukup untuk mengangkut batu bara," ujar Sukairi kepada Tempo, Jumat, 30 mei 2014.

Saat ini, guna memenuhi kebutuhan listrik untuk industri tekstil di Bandung dan industri semen di Cilacap, para pengusaha batu bara menyuplai pasokan dari Kalimantan melalui pelabuhan Cirebon. Dari sana, pengangkutan batu bara diteruskan menggunakan truk menuju Bandung dan Cilacap.

"Salah satu keuntungan menggunakan kereta adalah kapasitas angkut cukup besar. Sekali angkut bisa mencapai 600 ton. Itu kalau menggunakan truk, sudah berapa truk yang dibutuhkan. Keuntungan lain adalah kecepatan," ujar Sukairi. (Baca: Mulai 1 Juni, Jadwal Kereta dari Jakarta Berubah)

Dari sisi fasilitas publik, kereta bisa mengurangi kepadatan lalu lintas jalan dan memperpanjang usia jalan. Selama ini angkutan logististik yang melebihi kapasitas dituding menjadi salah satu penyebab jalan menjadi cepat rusak.

Karena itu, Sukairi meminta dukungan pemerintah dan pengusaha batu bara untuk mulai memikirkan kemungkinan menggunakan kereta logistik sebagai angkutan. "Kalau pemerintah daerah menaruh perhatian dengan perawatan infrasruktur jalan, mereka seharusnya mulai berpikir untuk melakukan pembatasan terhadap truk yang overkapasitas," ujarnya.

Saat ini, untuk mendukung angkutan batu bara dari pelabuhan Cirebon itu, PT KAI, Pelindo, dan Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang membicarakan kemungkinan pembangunan rel yang bisa langsung menuju ke pelabuhan itu. Angkutan logistik menggunakan kereta dari pelabuhan Cirebon untuk saat ini masih memanfaatkan Stasiun Cangkring sebagai stasiun yang paling dekat dengan pelabuhan tersebut.

Untuk di Bandung, tutur Sukairi, fasilitas dry port Gedebage milik PT KAI sampai sekarang belum dimanfaatkan secara maksimal. (Baca: Rel Ganda, Ongkos Distribusi Diharapkan Terpangkas)

Sumber : Tempo, 30.05.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar