29 Juni 2014

[290614.ID.LOG] MEA 2015: Jakarta Siapkan Konsorsium Usaha Logistik



Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta menyiapkan konsorsium angkutan dan jasa logistik di Pelabuhan Tanjung Priok, menjelang  Asean Economic Community 2015 yang membuka peluang masuknya usaha logistik multinasional secara bebas di pasar domestik.

Ketua ALFI DKI Jakarta Sofian Pane mengatakan asosiasinya juga telah menyiapkan sertifikasi standar  sumber daya manusia di bidang forwarder, logistik, maupun pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) agar SDM tersebut mampu bersaing di kancah global  saat implementasi AEC 2015.

“Kekhawatiran dunia usaha bidang forwarder makin tedesak persaingan saat ini memang sudah di depan mata, kita butuh usaha nasional yang kuat di bidang logistik,” ujarnya seusai pertemuan pengurus dan pengusaha anggota ALFI DKI Jakarta, terkait sosialisasi KM.10 tentang Jasa Pengurusan Transportasi dan Rencana Implementasi Truck Booking & Return Cargo System (TBRCs) oleh Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, hari ini, Rabu (25/6/2014).

Acara pertemuan pengurus dan anggota ALFI DKI Jakarta tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari perusahaan anggota asosiasi itu.

Menurutnya, keberadaan petugas bea dan cukai sebagai pilar utama kegiatan usaha logistik dan mendukung  kelancaran arus barang di pelabuhan mesti terus di tingkatkan kinerjanya.

Dia mengatakan mayoritas anggota ALFI DKI mengusulkan semacam perusahaan konsorsium atau gabungan untuk memperkuat kegiatan angkutan dan logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. “Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini, konsorsiumnya sudah bisa direalisasikan,” tuturnya.

Menurut Sofian, pemerintah sudah selaiknya melindungi usaha nasional di bidang logistik dengan usaha jasa pengurusan transportasi (JPT) mengingat sebagian besar atau lebih dari 80% bidang usaha ini merupakan kategori usaha kecil dan menengah atau UKM.

Sofian mengungkapkan saat ini terdapat 1.400 perusahaan anggota ALFI DKI Jakarta di Pelabuhan Tanjung Priok maupun di Bandara Soekarno-Hatta dengan rincian klasifikasi yang menggarap usaha logistik lokal atau domestik  sebanyak 63,5%, dan internasional  36,5%.

“Dari 1.400 perusahaan tersebut yang hanya bergelut di bidang pengurusan custom broker atau PPJK sebanyak 800 perusahaan yang notabene UKM,” tuturnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 25.06.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar