09 Juni 2014

[090614.ID.SEA] INSA: Pembangunan Infrastruktur Maritim Perlu Loncatan Cepat


Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha pelayaran nasional mengharapkan adanya loncatan cepat dalam pembangunan infrastruktur kelautan/maritim nasional guna merealisaikan program pendulum nusantara atau yang belakangan ini muncul dengan istilah 'tol laut'.

Sekjen DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA)  Paulis A. Johan mengatakan mengapresiasi siapapun pemimpin nasional mendatang yang memiliki program riil mensupport pembangunan kemaritiman,untuk menekan biaya logistik.

"Membenahi logistik saat ini, diperlukan loncatan cepat,  bukan sekedar torobosan," ujar Paulis di dampingi Siswanto Rusdi Direktur Namarin,  saat jumpa pers,di Jakarta Jumat Sore (6/6/2014).

Paulis yang juga menjabat CEO PT.Raharja Anugrah Dharma, mengatakan, pemerintah mesti mengajak stakholders secepatnya soal  ide 'tol laut', yang mungkin konsepnya tidak jauh berbeda dengan program pendulum nusantara.

Keterlibatan stakeholder itu, kata dia, dengan cara memperbanyak pelayaran perintis, pemerataan usaha pelayaran di daerah, serta menumbuhkan pengusaha pelayaran di pelosok dan daerah lewat dukungan kebijakan stimulus keringanan pajak-pajak oleh Pemda/Pemprov.

"Konsep tol laut atau pendulum atau apapun istilahnya, kami sangat mengapresiasi, sebab kami melihat ini upaya membangkitkan peran pelayaran lokal dan percepatan aktivitas angkutan laut," tuturnya.

Paulis mengatakan, masalah logistik selama ini muncul karena infrastruktur penunjangnya seperti fasilitas pelabuhan,akses jalan yang masih bermasalah, khususnya di daerah-daerah terpencil.

"Karena itu INSA mengharapkan supaya para pengusaha pelayaran didaerah perlu didorong untuk usaha kapal perintis dengan macam-macam pemberian insentif dan bunga cicilan terjangkau," tuturnya.

Direktur National Maritim Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, mengatakan tidak berjalan optimalnya program pendulum nusantara meskipun sudah diamanatkan dalam MP3EI perlu dicarikan penyebabnya.

"Apakah karena kapalnya yang belum tersedia atau soal infrastruktur pelabuhan yang belum siap.Nah sekarang ada istilah 'tol laut', saya kira konsepnya mesti jelas dahulu seperti apa dan stakeholders mesti menerjemahkan hal ini," ujar Siswanto.

Siswanto menekankan, bahwa setiap investasi yang ditamankan kalangan dunia usaha di sektor transportasi harus kembali dalam kurun waktu tertentu, karenanya diperlukan transparansi Pemerintah sebelum melibatkan stakeholders berinvestasi.

"Pengusaha pelayaran tentunya lebih jeli melihat peluang investasi, karenanya pemerintah mesti lebih transparan soal konsep program percepatan angkutan laut tersebut," ujar dia.

Sumber : Bisnis Indonesia, 07.06.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar