17 Juni 2014

[170614.ID.SEA] Rolls-Royce Kembangkan Kapal Kargo Tanpa Awak


Bisnis.com, LONDON - Pabrikan mobil mewah Rolls-Royce belakangan mengembangkan kapal kargo tanpa awak, mengikuti penemuan pesawat dan mobil.

Tim pengembangan Blue Ocean Rolls-Royce telah menciptakan prototipe virtual-nyata di markas mereka, Alesund, Norwegia, yang mensimulasikan pandangan 360 derajat persis seperti berada di kapal asli.

Pabrikan mesin dan turbin ini menyatakan, kapten di darat akan menggunakan pusat kendali serupa sebagaimana kapal biasa.

Kapal kargo tanpa awak ini bakal menjadi kapal yang lebih aman, murah dan lebih ramah lingkungan bagi industri pengapalan senilai US$375 miliar yang mendistribusi 90% perdagangan dunia ini, bunyi pernyataan Rolls-Royce.

Mereka kemungkinan akan menempatkan kapal tanpa awak pertama di Laut Baltik kurang dari sepuluh tahun ke depan.

"Sekarang teknologi sudah mencapai level dimana kita bisa membuat hal semacam ini terjadi, masyarakat telah bergerak ke arah ini," kata Vice Director Rolls-Royce Oskar Levander seperti dikutip Bloomberg, Selasa (25/2/2014).

Uni Eropa sendiri telah menggelontorkan dana senilai US$4,8 juta untuk kajian bertajuk Maritime Unmanned Navigation melalui proyek proyek Intelligence in Networks.

"Peneliti bersiap membawa prototipe itu melakoni percobaan laut untuk menghitung kelemahan dan keuntungannya. Diharapkan akhir tahun ini sudah selesai," kata Hans-Christoph Burmeister, peneliti dari Fraunhofer Center for Maritime Logistics and Services CML Hamburg.

Namun demikian, pengembangan kapal laut drone ini tergolong terlambat. Gagasan kapal laut otomatis sebenarnya telah dibahas satu dekade lalu, namun Rolls-Royce baru mulau mengembangkan desainnya tahun lalu.

Desain yang dirilis oleh perusahaan itu menunjukkan, kapal penuh dengan kontainer dari depan sampai belakang, tanpa struktur yang mendukung kehidupan awak kapal.

Levander menjelaskan, dengan memangkas sistem untuk awak kapal, seperti listrik, kamar, pendingin ruangan, air dan lainnya, kapal ini bisa mengangkut lebih banyak kargo, memangkas biaya operasional dan meningkatkan keuntungan, serta lebih irit bahan bakar sekitar 12%-15% dari kapal konvensional.

Sumber : Bisnis Indonesia, 26.02.14.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar