12 Maret 2016

[120316.ID.BIZ] Pelindo I Manfaatkan Kesibukan Selat Malaka

JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I optimistis bisa meraup berkah dari pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Perusahaan pelat merah ini menargetkan aktivitas bongkar muat petikemas di pelabuhan kawasan Barat Indonesia bisa mencapai 1,5 juta teus atau twenty foot equivalent unit alias petikemas ukuran 20 kaki di akhir tahun ini.

Target ini naik 25% dari hasil tahun lalu. "Sebagian besar target berasal dari Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Perawang Riau, dan pelabuhan Tanjung Pinang di Pulau Bintan. Itu pelabuhan andalan kami," ujar Muhammad Eriansyah, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo I kepada KONTAN, Jumat (11/3).

Eriansyah masih belum bisa memerinci kontribusi dari masing-masing pelabuhan. Yang jelas, kontribusi terbesar masih dari Belawan. Apalagi Pelindo I tahun ini rencananya akan mengembangkan pelabuhan ini.

Saat ini kapasitas pelabuhan Belawan bisa menampung 1,2 juta petikemas 20 kaki dan bakal meningkat menjadi dua juta petikemas ukuran serupa. Untuk itu, panjang dermaga pelabuhan ini bakal ditambah 700 meter lagi.

Dari sisi teknologi, Pelindo I berupaya memangkas waktu bongkar muat dengan menyediakan fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) secara online.

"Kami harap tren peti kemas bisa meningkat. Tahun lalu tercatat yang melintasi selat Malaka bisa mencapai 55 juta teus," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga berharap bisa mendapat tambahan cuan dari bisnis layanan pelayaran alias marine service. Seperti pemandu pelayaran laut dalam di Selat Malaka atau pelayanan alih muat komoditas dari kapal satu ke kapal lainnya di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Untuk itu, Pelindo berencana membeli lima kapal tunda baru lagi. Soalnya, pembelian satu kapal tunda tahun lalu yang diberi nama Sei Deli V terbukti sudah memberi kontribusi 20% ke kantong perusahaan. "Mudah-mudahan tahun ini peningkatan arus peti kemasnya hingga 50%,”

Ada kawasan industri

Ekspansi yang lain, Pelindo I tengah merampungkan proyek pelabuhan baru di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Pelabuhan yang kelak bernama Kuala Tanjung ini diproyeksikan bisa selesai akhir 2016, dan bisa beroperasi untuk tahap satu mulai awal 2017.

"Tahap I ini kami harap bisa menampung peti kemas hingga 500.000 teus, curah cair 3,5 juta ton dan curang kering satu juta ton," urainya. Dalam perencanaan pelabuhan baru ini akan memiliki sebanyak lima akses jalan.

Bahkan jika tidak ada aral melintang, tahap I pelabuhan ini juga akan tersambung dengan kereta api dari kawasan ekonomi khusus Sei Mangke.

Kata Eriansyah, saat ini pengerjaan tersebut tengah diatur oleh PT Kereta Api Indonesia dan KEK Sei Mangkei. Sembari menunggu rampungnya tahap I pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I tengah bersiap melanjutkan pengembangan tahap II pelabuhan berupa kawasan industri.

Pelindo I berharap proyek kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan Kuala Tanjung bisa berjalan konstruksinya akhir tahun ini.

Nanti, kawasan industri ini punya areal seluas 3.000 hektar. Beberapa penyewa sebagian dari perusahaan pelat merah juga. Yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau PT Perkebunan Nusantara III.

Sumber : Kontan, 12.03.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar