31 Maret 2016

[310316.ID.BIZ] Waktu Bongkar Muat Menurun, Dunia Usaha Apresiasi Paket Kebijakan Ekonomi XI


Jakarta - Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XI, yang bertujuan untuk membantu dunia usaha di Tanah Air.

Carmelita optimistis, Paket Kebijakan Ekonomi XI akan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, khususnya dalam pencapaian target dwelling time dan memaksimalkan sistem Indonesia National Single Window (INSW) di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Paket Kebijakan Ekonomi XI menjadi sinyal positif pemerintah untuk mengoptimalkan fasilitas pengajuan permohonan perizinan secara tunggal melalui portal Indonesia National Single Window untuk pemrosesan perizinan,” kata Carmelita di Jakarta, Selasa (29/3).

Dia mengatakan, penerapan Indonesia Single Risk Management dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW) berdasarkan penerapan identitas tunggal dan penyatuan informasi pelaku usaha dalam kegiatan ekspor impor, menjadi landasan profil risiko dan single treatment dalam pelayanan perizinan di Kementerian/Lembaga.

Carmelita mengaku, sejak diterbitkan Paket Kebijakan Ekonomi I, pada September 2015 lalu, banyak kebijakan yang sulit diimplementasikan karena berbagai keterbatasan di tingkat K/L.

Namun dia meyakini Paket Kebijakan Ekonomi XI telah dilengkapi petunjuk pelaksanaan (juklak) yang jelas sehingga tidak menyulitkan dunia usaha dalam pengurusan berbagai perizinan di tingkat Kementerian/Lembaga.

“Terus terang, dunia usaha mengharapkan setiap paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan agar disertai kesiapan pengimplementasian di tingkat K/L,” katanya.

Sementara itu, terkait dwelling time, Carmelita meminta pemerintah tidak menyamakan Indonesia dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, sebab pelabuhan di kedua negara itu berfungsi sebagai transhipment . “Kita itu seperti Thailand dan Filipina yang disebut pelabuhan akhir, kita lihat berapa hari di mereka,” katanya.

Carmelita bersyukur saat ini Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli berhasil menekan dwelling time menjadi empat hari. Namun dia juga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas menyusul keberadaan puluhan tiang penyanggah di jalur tol Tanjung Priok yang cukup parah. Dia mengatakan keberadaan sekitar 69 tiang penyanggah itu sangat mengganggu meskipun saat ini aktivitas kargo di Pelabuhan Tanjung Priok menurun sekitar 30 persen.

“Pencapaian dwelling sudah jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain. Sangat bagus kemajuannya. Nah, tinggal bagaimana pemerintah mengatasi kemacetan di tol Tanjung Priok dan menjalankan INSW secara benar. Itu perlu waktu dan uji coba berkali-kali,” jelas dia.

Sumber : BeritaSatu, 29.03.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar