21 Maret 2016

[210316.ID.BIZ] Pembangunan Jaringan Gas Terbesar di Indonesia Dimulai


Prabumulih - ‎Proyek jaringan gas bumi terbesar di Indonesia dengan 32.000 sambungan rumah tangga mulai dibangun di Prabumulih, Sumatera Selatan. Bergulirnya proyek ini diawali dengan groundbreaking (peletakkan batu pertama) yang dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya dan Direktur SDM dan Umum PT Pertamina (Persero) Dwi Wahyu Daryoto.

Sudirman Said mengatakan, Prabumulih menjadi kota yang menerima program jaringan gas kota dengan jumlah sambungan terbanyak di Indonesia. "Prabumulih dipilih sebagai kota penerima proyek jaringan gas kota karena kota ini berhasil dalam program jaringan gas kota sebelumnya. Selain itu, pemerintah Prabumulih adalah salah satu contoh Pemkot yang sangat kooperatif dalam pengembangan infrastruktur gas di wilayahnya," kata Sudirman di Prabumulih, Senin (21/3).

Menteri ESDM mengatakan, proyek ini adalah salah satu upaya yang dilakukan pemerintah guna mengoptimalkan penggunaan gas bumi sebagai bentuk diversifikasi energi. Keseluruhan proyek tersebut didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan total nilai proyek Rp 543,8 miliar.

Kementerian ESDM menunjuk Pertamina untuk membangun serta mengelola jaringan gas kota dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2016. Suplai gas diperoleh dari sumur PT Pertamina EP dan PT Tropik Energi Pandan.

Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya mengucapkan terima kasih karena Prabumulih dipercaya menjadi kota yang menerima pembangunan jaringan gas kota dan SPBG. “Saya menargetkan ke depan seluruh warga Prabumulih bisa merasakan manfaat jaringan gas kota. Jadi kami sebagai kota penghasil minyak dan gas, manfaatnya juga bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Direktur SDM dan Umum Pertamina Dwi Wahyu Daryoto menyatakan proyek infrastruktur gas di Prabumulih ini adalah sebagai bentuk sinergi segala lini bisnis di Pertamina. "Gasnya nanti akan kami dapat dari Pertamina EP, pipanya dari PT Pertagas dan pengelolanya adalah PT Pertagas Niaga, artinya ini bukti komitmen kami sebagai penyedia energi untuk negeri," ungkapnya.

Sebelumnya Prabumulih telah menerima 4.650 SR jaringan gas kota dari dana APBN yang dikelola Pertamina melalui afiliasinya Pertagas Niaga. Selanjutnya, Pertamina juga melakukan pengembangan jaringan gas kota dengan dana investasi Pertamina sebanyak 2.626 SR dan saat ini tengah dalam proses pembangunan. Dengan demikian, di akhir tahun 2016 akan terdapat total sambungan rumah tangga sejumlah 39.300 di Prabumulih.

Sumber : BeritaSatu, 21.03.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar