06 Mei 2016

[060516.ID.BIZ] APP Akan Garap Pasar Tisu Soft Pack di Jepang

JAKARTA. Asia Pulp and Paper (APP) punya peluang baru di Jepang. APP akan fokus menggarap pasar tisu berbungkus plastik (soft pack) yang hingga kini, belum ada kompetitor yang bersedia memasarkan tisu jenis tersebut di Negeri Sakura itu.

Dalam keterangannya, Selasa (3/5), Chairman Asia Pulp and Paper Japan, Tan Ui Sian mengatakan, pihaknya optimistis menggarap tisu jenis soft pack meski tidak lazim digunakan oleh orang Jepang. "Tapi pasarnya bisa terbentuk melihat karakteristik orang Jepang yang sangat adaptif dengan perubahan," tulis Tan.

Guna membentuk pasar, Tan menjelaskan, di Jepang, APP akan memasarkan tisu soft pack dengan jumlah 60, 80 sampai 150 lembar per bungkus. Sementara, ada produk tisu soft pack di Jepang dengan isi lima lembar per bungkus.

Indonesia sendiri akan jadi basis produksi tisu jenis soft pack ini. Volumenya akan meningkat setelah pabrik OKI Pulp and Paper rampung di akhir 2016 dengan produksi tisu mencapai 500 ribu ton per tahun. Kendati sudah ada perencanaan, perusahaan masih membutuhkan nilai tukar yen yang stabil agar harga tisu bisa lebih kompetitif.

"Karena rencananya produk China untuk tisu jenis soft pack juga akan masuk ke Jepang, jadi sebisa mungkin harga tisu kami bisa lebih murah. Selain itu kami juga coba jaga loyalitas konsumen Jepang agar mereka tak beralih menggunakan produk lain," jelasnya.

Tisu jenis soft pack, tambahnya, juga terbilang lebih bermanfaat di Jepang pada saat ini karena sifatnya yang lebih praktis dibandingkan tisu dalam bungkus kertas (hard pack). Karena sifatnya, ia menargetkan wisatawan mancanegara sebagai konsumen utama tisu ini.

"Visitor ke Jepang kan bisa mencapai 20 juta, dua kali lipat lebih banyak dibanding Indonesia. Memang konsumsi tisu saat ini di Jepang menurun karena populasinya juga ikut turun, makanya kami bidik pasar di bidang pariwisata," tambahnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya bisa saja APP fokus menggarap penjualan ke Jepang karena pangsa pasarnya saat ini sudah mencapai angka 10%. Namun, harga tisu hard pack APP saat ini terbilang tidak kompetitif dan sebagian besar konsumen Jepang sudah punya merek langganan tersendiri.

"Orang Jepang itu kan senang akan penampilan produk, kalau desain produknya bagus mereka akan beli. Tapi untuk produksi penampilan bagus itu kan butuh biaya besar. Di Jepang saja tisu jenis hard pack itu persaingannya di harga. Meskipun harga sudah di bawah ongkos produksi, tetap saja mereka jualannya gencar," ujarnya.

Sebagai informasi, rata-rata penjualan tisu di Jepang berkisar di angka 1,8 juta ton per tahun, dengan harga US$ 2 ribu per tonnya. APP berharap bisa memperbesar proporsi penjualan tisu soft pack dari saat ini 25% terhadap total ekspor tisu ke Jepang menjadi 50% dalam waktu satu hingga dua tahun mendatang.

"Biasanya perbandingan ekspor tisu kami 75% hard pack dan 25% soft pack. Namun ke depannya kami harap bisa meningkatkan porsi soft pack sampai 50%, setelah itu baru bisa kami tentukan market share-nya," ujarnya.

Sumber : Kontan, 04.05.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar