12 Mei 2016

[120516.ID.BIZ] Brexit Akan Ancam Perdamaian Eropa

London – Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron mengingatkan, pada Senin (9/5), bahwa Brexit atau Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) akan mengancam perdamaian di benua itu. Hal tersebut disampaikan menjelang kampanye referendum penting, pada bulan depan, setelah pemilihan kepala daerah (pilkada) London.

Hasil jajak pendapat memperlihatkan kampanye yang bersaing ketat antara kubu yang memilih untuk "Menetap" atau "Keluar" dari UE. Bahkan terjadi bentrok antara Cameron dan mantan Walikota London Boris Johnson – pemimpin de facto gerakan Keluar – karena mereka meningkatkan upaya-upayanya untuk membujuk para pemilih belum mengambil keputusan.

Menurut Cameron, pemungutan suara untuk memutuskan keluar dari blok beranggotakan 28 negara yang dilakukan dalam referendum pada 23 Juni 2016, akan menimbulkan risiko gegabah dan tak bertanggungjawab terhadap stabilitas ekonomi Inggris yang akan menjerumuskan kepada kemiskinan secara permanen.

Dia menambahkan, Brexit akan mengancam kekuatan dan keamanan Inggris di dunia, bersamaan dengan perdamaian di benua itu jika kekuatan militer utama Eropa keluar dari Uni Eropa.

“Isolasionisme tidak pernah melayani negeri ini dengan baik. Setiap kali kami berpaling pada Eropa, cepat atau lambat kami akan menyesalinya. Kami harus selalu kembali lagi dan selalu dengan biaya yang lebih jauh lebih tinggi,” ujar Cameron dalam pidato di Museum Inggris, di London.

Cameron mengungkapkan, sebagian besar Eropa berada dalam situasi damai sejak Perang Dunia II berakhir dan itu hampir 20 tahun sejak Perang Bosnia. Sedangkan kini, benua itu dihadapkan pada Rusia, negara yang suka berperang, dengan konflik yang terjadi di Georgia dan Ukraina.

“Kuburan perang Inggris di benua itu menjadi bukti bisu mahalnya harga yang harus dibayarkan negara ini untuk membantu memulihkan perdamaian dan ketertiban di Eropa. Dapatkan kita begitu yakin bahwa perdamaian dan stabilitas di benua kami melampaui bayangan keraguan? Apakah itu risiko yang pantas diambil karena saya tidak pernah begitu gegabah untuk membuat asumsi itu,” jelas dia.

Akan tetapi, Johnson membalas peringatan Cameron, dengan mengatakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah menjamin perdamaian di Eropa, tapi bukan di Uni Eropa.

“Saya tidak berpikir bahwa perdana menteri sedemikian serius meyakini bahwa dengan meninggalkan Uni Eropa akan memicu perang di benua Eropa,” pungkasnya di London. Dia juga mengecam kisah menakutkan tentang Perang Dunia III atau wabah penyakit pes, atau apa pun.

Sumber : BeritaSatu, 09.05.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar