13 Mei 2016

[130516.ID.BIZ] Posco Akan Lepas Kepemilikan Krakatau Posco ke KS


JAKARTA. Pohang, Steel dan Iron Company (Posco) berencana mengalihkan kepemilikannya di PT Krakatau Posco ke PT Krakatau Steel Tbk. Rencana ini merupakan bagian dari joint venture agreement antara Posco dan KS saat mendirikan Krakatau Posco pada 2010 lalu.

Namun kabar ini ditampik KS. Kepada KONTAN, Iip Arief Budiman, Corporate Secretary Krakatau Steel, menjelaskan, belum mendengar rencana pengalihan kepemilikan Posco di Krakatau Posco tersebut. "Belum dengar tentang hal ini, selain diskusi rencana kerjasama lanjutan sesuai JVA," kata Iip, Rabu (11/5).

Iip menegaskan, rencana pengembangan Krakatau Posco tetap sesuai dengan semangat JVA. Dan sejauh ini, KS dan Posco masih membahas rencana pengembangan Krakatau Posco. "Kalau untuk yang dialihkan belum ada pembahasannya," jawab Iip singkat.

Kabar tersebut muncul saat President Posco Kim Jin-IL dan Presiden Direktur Posco Indonesia Inti Kim Jhi-Young melakukan kunjungan ke Kementerian Perindustrian dan bertemu Menteri Saleh Husin didampingi Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan.

Sayangnya, pihak Posco tak berkenan menemui wartawan dan langsung meninggalkan ruangan. Namun, Putu menuturkan, kedatangan manajemen Posco adalah untuk memaparkan persiapan pabrik hot and cold rolled. "Intinya mereka sudah ada kesepakatan dengan KS, tinggal persiapkan teknisnya," kata Putu.

Putu juga menyebut, antara Posco dan KS sudah mendeklarasikan kepemilikan Krakatau Posco sejak kesepakatan JV. Rencananya, Posco akan melepas sebagian saham di Krakatau Posco ke KS. "Mereka ingin agar Kratakau Posco tidak dianggap sebagai penanaman modal asing (PMA)," imbuh Putu.

Putu tak tahu persis berapa persen kepemilikan Posco di Krakatau Posco yang akan dilepas ke KS. Yang jelas, saat ini porsi kepemilikan Posco di Krakatau Posco sebesar 70%, dan sisanya dimiliki KS.

Sementara itu, soal pabrik hilir Krakatau Posco, Putu menyambut baik rencana itu. "Karena kalau main di hulu terus tidak akan untung. Apalagi, saat ini banyak produk hilir masih diimpor. Jadi, market-nya besar dan bisa untung besar juga," jelas Putu.

Sebagai informasi saja, Krakatau Posco jadi salah satu kontributor negatif bagi KS di 2015. Pada periode itu, nilai kerugian yang disumbangkan Krakatau Posco mencapai US$ 106,26 juta dan membuat rugi tahun berjalan KS menjadi US$ 326,51 juta dari sebelumnya US$ 154,19 juta.

Sumber : Kontan, 11.05.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar