28 Mei 2016

[280516.ID.BIZ] JK: Eksekusi Proyek KA 2017

JAKARTA — Proyek kereta api berkecepatan sedang rute Jakarta—Surabaya diupayakan mulai dieksekusi pada 2017, segera setelah Pemerintah Jepang menyetujui proposal yang ditawarkan Pemerintah Indonesia.

Jusuf Kalla memperkirakan proyek kereta api sedang rute Jakarta-Surabaya akan berjalan bersamaan dengan konstruksi proyek kereta api cepat rute Ja karta-Bandung yang dibangun oleh konsorsium perusahaan Indo nesia dan China, yakni PT Ke reta Cepat Indonesia China (KCIC). “Diusahakan tahun depan mulai karena itu penting untuk mempercepat perjalanan Jakarta-Surabaya,” ujarnya, Jumat (27/5).

Kalla mengaku Pemerintah Indonesia menawarkan proposal proyek tersebut untuk memperlancar dan mempercepat jalur barat ke timur Pulau Jawa yang selama ini hanya berkecepatan 100 kilometer/jam.

Dengan adanya pembangunan kereta sedang ini, kecepatan diharapkan meningkat menjadi 150 kilometer/jam sehingga perjalanan hanya akan menghabiskan waktu lima jam dari semula delapan hingga sembilan jam.

Menurut dia, fasilitas kereta api yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini masih mumpuni. Hanya saja, persoalan muncul karena ada lebih dari 1.000 perlintasan tanpa palang. Oleh karena itu, dibutuhkan jembatan, baik di bagian atas maupun bawah jalan, sehingga kendaraan tidak perlu berhenti jika kereta melintas.

Selama ini, masinis memperlambat kecepatan kereta antarkota jika berada di wilayah tertentu yang padat agar tak ada warga yang tertabrak, tetapi wak tu perjalanan menjadi lebih lama.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi yang dihubungi terpisah menyebutkan nilai investasi proyek tersebut diperkirakan US$1 miliar yang akan berasal dari pinjaman lunak pemerintah Jepang. Dana tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi perlintasan dan perbaikan komputerisasi ke reta. “Proyek kemungkinan bisa selesai hanya dalam waktu 1,5—2 tahun,” tuturnya.

Seperti diketahui, pemerintah me nawarkan proyek kereta api sedang Jakarta-Surabaya dan Pelabuhan Patiban kepada Pemerintah Jepang. Tawaran itu disampaikan langsung dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

GERBONG INKA

Sementara itu, Presiden Joko Widodo juga menawarkan produk gerbong PT INKA (Persero) ke Pemerintah Sri Lanka sebagai bagian dari upaya meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengungkapkan ada beberapa isu yang dibahas antara Presiden Jokowi dengan Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dalam pertemuan bilateral yang dilangsungkan di Nagoy Kanko Hotel pada Kamis (26/5) malam.

Dikutip dari halaman Sekretariat Kabinet, Retno menjelaskan dalam pertemuan itu Presiden Jokowi menyampaikan minat Indonesia untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Sri Lanka, terutama dalam hal pengadaan gerbong kereta api, di mana pembangunan kereta api termasuk pengadaan gerbong penumpang dan barang masuk dalam Investment Propose Sri Lanka 2015—2020.

“PT INKA Indonesia sudah menyampaikan niatnya untuk bekerja sama dengan Sri Lanka, dan Presiden Jokowi menyampaikan Indonesia siap untuk melakukan kerja sama dalam pe ngembangan kereta api. Itu yang disampaikan Presiden mengenai masalah ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya, Pemerintah Sri Lanka mengharapkan adanya penerbangan dari Jakarta ke Colombo. “Itu akan dibahas dan ditindak lanjuti lebih lanjut oleh Menteri Perhubungan,” jelasnya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 28.05.16.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar