01 Maret 2015

[010315.ID.BIZ] OJK: Merger Bank Umum Syariah Tuntas Tahun Ini



Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penggabungan tiga bank umum syariah (BUS) milik pemerintah akan selesai pada tahun ini.

Ketua OJK Muliaman Hadad mengatakan rencana penggabungan bank syariah berpelat merah itu masih dalam proses pengkajian. "Merger syariah sedang kami bicarakan. Tahun ini Insya Allah bisa disatukan," ujarnya, Rabu (18/2/2015).

Sekretaris Jenderal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Syakir Sula mendukung rencana pemerintah untuk membentuk sebuah bank syariah besar dari penggabungan beberapa bank umum syariah.

Menurutnya, dengan adanya sebuah bank besar syariah dapat menjadi jangkar bagi bank umum syariah lainnya di Indonesia. "Indonesia memang butuh bank syariah yang besar, ini harus segera dibentuk untuk menjadi jangkar bagi bank syariah lainnya," kata Syakir.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia, aset bank umum syariah pada November 2014 senilai Rp197,5 triliun mengalami kenaikan senilai Rp23,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp174 triliun.

Kendati demikian apabila dibandingkan dengan aset pada 2013, aset yang dimiliki bank umum syariah senilai Rp180,36 triliun mengalami kenaikan Rp42,77 triliun dibandingkan dengan asetnya pada 2012.

Rasio kredit bermasalah atau nonperforming financing (NPF) per November tercatat sebesar 4,86% lebih tinggi dibanidngkan periode yang sama tahun sebelumnya 3,08%. Rasio kecukupan modal perbankan syariah atau CAR mencapai 15,66%.

Untuk rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perbankan syariah pun pada November 2014 sebesar 78,22% mengalami penurunan bila dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 83,88%.

Jumlah bank umum syariah yang ada di Indonesia per November 2014 sebanyak 12 buah. Selain itu terdapat 22 unit usaha syariah dan 163 bank perkreditan rakyat (BPR) syariah.

Syakir meminta agar dana proyek program infrastruktur yang diberikan kepada sejumlah BUMN dapat dialiri melalui perbankan syariah.

"Proyek infrastruktur yang diberikan pemerintah melalui bank syariah sebelum ke BUMN. Dana itu dimasukkan atau dialiri melalui bank syariah karena dapat berpengaruh pada perkembangan bank syariah," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Komunikasi Publik Kementerian BUMN Teddy Poernama menuturkan saat ini tengah dilakukan kajian untuk merger tiga bank syariah milik BUMN.

Rencananya, tiga bank syariah yang akan digabung yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah.

Hal itu dilakukan karena masih minimnya perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Padahal, jumlah penduduk di Indonesia, mayoritas beragama muslim yakni sekitar 160 juta jiwa.

"Perkembangan ekonomi syariah sangat lambat terlihat bank syariah penetrasinya dari sisi aset hanya sekitar 4% dibandingkan dengan bank konvensional. Saat ini masih dibentuk tim untuk mengkaji kelayakan rencana konsolidasi anak perusahaan bank syariah milik BUMN," tutur Teddy.

Sumber : Bisnis Indonesia, 18.02.15.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar